OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga, Pasar Optimistis Sambut Prospek Ekonomi 2026

oleh -314 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 04 at 14.19.22
OJK. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan prospek pertumbuhan yang melandai pada 2026. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar beberapa waktu lalu.

Secara global, rilis data terbaru menunjukkan perbaikan ekonomi dunia meski masih dibayangi sejumlah risiko. Aktivitas manufaktur global tetap berada di zona ekspansi, namun lajunya melambat seiring menurunnya kepercayaan konsumen. Lembaga multilateral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap berlanjut, tetapi berada di bawah rata-rata pra-pandemi akibat meningkatnya tekanan fiskal di sejumlah negara utama.

Di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2025 mencapai 4,3 persen (saar), ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi berbasis kecerdasan buatan. Inflasi juga melandai, membuka ruang kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Sebaliknya, perlambatan ekonomi Tiongkok masih berlanjut, ditandai dengan lemahnya konsumsi domestik, kontraksi PMI manufaktur, serta tekanan di sektor properti.

Perbedaan arah kebijakan moneter global pun kian terlihat. The Federal Reserve dan Bank of England masing-masing memangkas suku bunga, sementara Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Kondisi ini memengaruhi pasar keuangan global, dengan penguatan pasar saham dunia di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi gelembung saham teknologi dan berakhirnya praktik carry trade akibat kenaikan suku bunga Jepang.

Di dalam negeri, fundamental ekonomi tetap solid. Inflasi inti pada Desember 2025 meningkat secara terkendali, sektor manufaktur masih ekspansif, dan neraca perdagangan mencatatkan surplus. Sentimen positif tersebut tercermin di pasar keuangan domestik.

Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.646,94 atau menguat 22,13 persen secara tahunan (yoy), dengan rekor All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali sepanjang tahun. Nilai kapitalisasi pasar saham juga mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 16.005 triliun. Likuiditas pasar meningkat signifikan, tercermin dari rerata nilai transaksi harian Desember 2025 yang mencapai ATH sebesar Rp 27,19 triliun, didorong meningkatnya peran investor ritel domestik.

Di pasar obligasi, tren penguatan berlanjut dengan indeks ICBI tumbuh 12,27 persen yoy, seiring turunnya yield Surat Berharga Negara (SBN). Investor nonresiden mencatatkan arus masuk (inflow) baik di pasar saham maupun SBN pada Desember 2025, mencerminkan persepsi positif terhadap prospek ekonomi nasional.

Sektor industri pengelolaan investasi juga mencatat kinerja kuat. Nilai aset kelolaan (AUM) mencapai Rp 1.033,81 triliun, sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh lebih dari 35 persen yoy, didukung arus masuk dana investor yang solid. Jumlah investor pasar modal meningkat tajam menjadi 20,36 juta atau tumbuh hampir 37 persen secara tahunan.

Dari sisi intermediasi, kinerja perbankan terus menguat dengan profil risiko dan likuiditas yang terjaga. Kredit perbankan tumbuh 7,74 persen yoy pada November 2025, terutama ditopang kredit investasi yang mencatat pertumbuhan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dua digit, sementara suku bunga kredit dan DPK melanjutkan tren penurunan.

Likuiditas perbankan berada di level memadai dan kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah serta permodalan yang kuat dengan CAR di atas 26 persen. Untuk 2026, OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid, ditopang kualitas kredit yang terjaga dan permodalan yang kuat.

Di sektor industri keuangan nonbank, kinerja asuransi, dana pensiun, dan penjaminan secara umum tetap stabil dengan tingkat solvabilitas yang tinggi. Aset industri asuransi dan dana pensiun terus tumbuh, mencerminkan ketahanan sektor keuangan nasional secara menyeluruh.

Dengan berbagai capaian tersebut, OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan, penegakan ketentuan, serta pelindungan konsumen guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah tantangan global pada 2026.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.