Pakar Kesehatan Ingatkan Bahaya Menghirup Gas Tertawa Bagi Kesehatan

oleh -179 Dilihat
1000171071
Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020, Prof. Tjandra Yoga Aditama. (ANTARA/Dokumentasi pribadi)

KabarBaik.co, Jakarta – Ahli kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan dampak menghirup gas tertawa atau gas N2O atau nitrous oxide bagi kesehatan, terutama jika disalahgunakan.

Gas tertawa alias Whip Pink kini marak diperbincangkan di media sosial lantaran diduga sebagai penyebab wafatnya salah satu selebgram.

“Pada mereka yang berkali-kali menghisap N2O maka dapat menimbulkan gangguan neurologik dan bahkan gangguan otak,” kata Prof. Tjandra ketika dihubungi ANTARA.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu menjelaskan berdasarkan Food and Drug Administration (FDA) menghirup N2O dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, di antaranya sakit kepala, asfiksia, timbulnya bekuan darah, gangguan hitung darah, dan gangguan buang air besar dan buang air kecil.

Dampak negatif lainnya menghirup N2O seperti lemah di tungkai, susah melangkah atau berjalan, palpitasi, defisiensi B12, gangguan kejiwaan seperti depresi, paranoid, halusinasi, depresi, hingga ke gangguan kesadaran dan pada beberapa keadaan berat dapat menimbulkan kematian.

“Data lain juga menunjukkan penggunaan N2O berkepanjangan dapat menurunkan kesuburan atau fertilitas dan pada keadaan tertentu menimbulkan keguguran,” tuturnya.

Prof Tjandra juga menyampaikan gejala akibat menghirup N2O ini dapat berupa esak napas, pusing dan bingung, sakit kepala asfiksia, radang dingin di bawah kulit (“frostbite”) dan gangguan reproduksi, sebagaimana berdasarkan The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) dari Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Adapun organ tubuh yang dirusak (target organ) akibat menghirup N2O adalah sistem pernapasan, sistem syaraf dan sistem reproduktif.

Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu mengimbau agar gas N2O tidak disalahgunakan karena mengancam kesehatan.

“Dengan berbagai bahaya yang ada maka jangan menggunakan N2O untuk alasan sensasi sesaat,” ujar dia.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI juga mengimbau masyarakat tidak mencoba untuk mengonsumsi “gas tertawa” alias Whip Pink karena mengandung Dinitrogen Oksida (N2O), yakni zat yang pada suhu ruang berwujud gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar, yang apabila dihirup atau dicicip terasa sedikit aroma dan rasa manis.

N20 disebut gas tertawa karena efek penyalahgunaannya kerap menimbulkan perilaku senang dan bisa sampai tertawa. N2O diluar konteks medis sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk mendapatkan efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.

“N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” ucap Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1). (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.