Jelang Valentine, Pasar Bunga Kayoon Kembali Semerbak: Mawar Laris, Omzet Pedagang Ikut Mekar

oleh -132 Dilihat
Pasar bunga legendaris ini mulai diserbu pembeli yang ingin menyiapkan ungkapan cinta melalui rangkaian bunga.

KabarBaik.co, Surabaya – Menjelang perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine yang jatuh pada 14 Februari, Pasar Bunga Kayoon Surabaya kembali dipenuhi warna-warni kelopak dan aroma bunga segar. Sejak akhir Januari, pasar bunga legendaris ini mulai diserbu pembeli yang ingin menyiapkan ungkapan cinta melalui rangkaian bunga.

Bagi sebagian orang, bunga masih menjadi simbol kasih sayang yang tak lekang oleh waktu. Tak heran, permintaan bunga di Pasar Bunga Kayoon melonjak tajam jelang Valentine. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pedagang yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari kelopak demi kelopak bunga.

“Kalau Valentine ini, penjualan bisa dibilang naik 100 persen,” ujar Irma, pegawai Oriza Florist Kayoon, saat ditemui di tokonya, Selasa (10/2). Menurutnya, bukan hanya bunga mawar yang paling banyak dicari, tetapi juga berbagai jenis bucket bunga dengan desain sesuai permintaan pelanggan.

Irma menjelaskan, pembeli kini lebih variatif dalam memilih rangkaian. Ada yang datang dengan konsep tertentu, ada pula yang menyerahkan sepenuhnya pada kreativitas perangkai bunga. “Tergantung model dan request pembeli saja,” katanya.

Lonjakan permintaan serupa juga dirasakan Siti Fatimah, pedagang di Fun Florist. Ia menuturkan, Valentine hampir selalu menjadi momen puncak penjualan bunga dalam setahun. Jenis bunga yang paling diminati tetap bunga mawar segar.

“Biasanya kalau sudah mendekati Valentine, permintaan naik drastis. Mawar paling banyak dicari,” ujarnya.

Tingginya permintaan ini berdampak langsung pada harga bunga segar. Siti mengakui, harga bunga cenderung naik menjelang Hari Kasih Sayang. “Seperti mawar, yang biasanya satu tangkai Rp5 ribu, bisa naik jadi Rp10 ribu,” ungkapnya.

Meski harga naik, hal tersebut tak menyurutkan minat pembeli. Bahkan, dari sisi pendapatan, para pedagang merasakan peningkatan signifikan. “Kalau di bulan Februari jelang Valentine, pendapatan bisa sampai Rp 20 juta. Kalau bulan biasa paling sekitar Rp 10 jutaan,” tutur Siti.

Pasar Bunga Kayoon sendiri dikenal sebagai surga bunga di Kota Surabaya. Di pasar ini, pengunjung bisa menemukan puluhan kios yang menjual beragam jenis bunga segar, mulai dari mawar, krisan, gerbera, aster, hingga anggrek. Selain bunga segar, tersedia pula bunga buatan dari plastik dan kain, serta berbagai kreasi papan bunga yang kini juga dipasarkan secara daring.

Sebagai pasar bunga yang telah berdiri sejak tahun 1970-an, Kayoon bukan sekadar tempat jual beli, melainkan bagian dari denyut kehidupan kota. Namun, di balik ramainya penjualan, para pedagang juga menghadapi tantangan, terutama dari transaksi online.

“Kadang ada pembeli yang minta refund, barang dikembalikan. Kami jelas rugi, tapi mau bagaimana lagi,” kata Siti. Menurutnya, kekhawatiran akan komplain hingga viral di media sosial membuat pedagang harus lebih berhati-hati dalam melayani pelanggan.

Meski demikian, menjelang Valentine, Pasar Bunga Kayoon tetap menjadi magnet tersendiri. Di antara aroma bunga dan kesibukan merangkai bucket, harapan para pedagang pun ikut mekar—bahwa momen kasih sayang ini membawa berkah, bukan hanya bagi pembeli, tetapi juga bagi mereka yang setia menjaga semerbak Kayoon selama puluhan tahun.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.