KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana mengembangkan Pasar Tumpang menjadi kawasan pasar kesenian dan pasar wisata. Langkah ini diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang maupun Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Bupati Malang M. Sanusi menyampaikan, pasar seluas 9.493 meter persegi tersebut akan dikemas dengan konsep wisata belanja yang menawarkan berbagai hasil kerajinan khas Kabupaten Malang, suvenir, hingga kuliner. “Pengembangan Pasar Kesenian di Tumpang sudah disetujui Bappenas. Nanti akan dikembangkan seperti Pasar Seni Sukawati, Bali,” kata Sanusi, Jumat (5/9).
Menurut Sanusi, lokasi Pasar Tumpang yang strategis di jalur menuju kawasan TNBTS memberi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Dia menyebut Pasar Tumpang merupakan satu-satunya pasar di Kabupaten Malang yang telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan klasifikasi, pasar SNI terbagi dalam empat tipe pedagang.
– Tipe satu : lebih dari 750 pedagang
– Tipe dua : 501-750 pedagang
– Tipe tiga : 250-500 pedagang
– Tipe empat : kurang dari 250 pedagang
“Pasar Tumpang saat ini memiliki 1.583 pedagang, sehingga masuk kategori pasar tipe satu,” jelas Sanusi. Dengan pengembangan ini, Pemkab Malang menargetkan Pasar Tumpang tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ikon pasar wisata dan kesenian yang mengangkat potensi UMKM serta kerajinan lokal. (*)






