KabarBaik.co, Banyuwangi – Operasional penyeberangan di Pelabuhan Ketapang tetap berjalan normal meski sempat terjadi insiden kebakaran di salah satu ruangan KMP Portlink VII pada Rabu (11/3) malam. Api berhasil dipadamkan dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa.
Insiden terjadi sekitar pukul 20.08 WIB di area dek penumpang kanan bagian belakang kapal saat proses pemuatan berlangsung. Awak kapal yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum dibantu tim tanggap darurat darat dengan hydrant air tawar. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.35 WIB.
Seluruh penumpang dan muatan kendaraan logistik segera dievakuasi oleh petugas. Sebanyak 12 unit truk barang dialihkan ke kapal lain, yakni KMP Jambo, untuk melanjutkan perjalanan. Sementara satu unit truk yang tertinggal telah diberikan penanganan layanan oleh pihak operator.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengapresiasi kesigapan awak kapal dan tim operasional yang cepat menangani kejadian tersebut.
Menurutnya, respons cepat di lapangan membuat insiden tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan besar pada layanan penyeberangan.
“Awak kapal dan tim operasional di lapangan bergerak cepat sesuai prosedur keselamatan sehingga situasi dapat segera terkendali. Prioritas kami adalah keselamatan pengguna jasa sekaligus menjaga kelancaran layanan penyeberangan,” ujarnya.
ASDP bersama KSOP saat ini masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap KMP Portlink VII untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum kapal kembali dioperasikan.
Selama proses penanganan insiden, arus kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang tetap berjalan lancar. Bahkan tidak ada kendaraan yang menunggu lebih dari satu jam di area pelabuhan.
“Kami memastikan layanan penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan normal. Pemeriksaan lanjutan terhadap kapal juga akan dipercepat agar KMP Portlink VII dapat segera kembali beroperasi setelah dinyatakan aman dan laik laut, terutama menjelang periode angkutan Lebaran,” tandasnya.






