KabarBaik.co, Mataram — Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Wayan Karioka, menyatakan kesiapan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang akan digelar pada Rabu (18/3) di Mataram.
Pawai yang merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi tersebut akan dimulai dari depan Kantor Lurah Cakranegara Barat dan berakhir di Simpang Empat Cakranegara.
Karioka menyampaikan bahwa ratusan ogoh-ogoh dipastikan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya pengaturan waktu pelaksanaan agar kegiatan berjalan tertib.
“Kerangka waktu yang harus kita perhatikan yaitu dari jam 12.00 sampai jam 17.30 Wita,” ujarnya.
Selain itu, Karioka mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga kebersihan selama pelaksanaan pawai. Ia menyinggung pengalaman tahun sebelumnya yang memerlukan keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam penanganan kebersihan.
“Aspek kebersihan mari kita sama-sama menjaga kebersihan, jangan sampai seperti tahun lalu sampai pak wali kota ikut turun tangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, mengingat pelaksanaan pawai berdekatan dengan momentum malam takbiran umat Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Mari kita sama-sama saling menghargai karena kita semua besemeton (bersaudara) di Lombok ini,” tambahnya.
Karioka berharap seluruh rangkaian kegiatan, baik pawai ogoh-ogoh maupun perayaan Idulfitri, dapat berlangsung aman dan lancar. Ia memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi, aparat keamanan, serta forum komunikasi umat beragama.
Ogoh-ogoh merupakan patung berukuran besar yang umumnya berbentuk makhluk menyeramkan sebagai simbol sifat negatif atau kejahatan. Patung ini dibuat dari bahan ringan seperti bambu, kertas, dan styrofoam, dan diarak sebagai bagian dari ritual pembersihan menjelang Nyepi.(*)







