KabarBaik.co – Para pedagang di dalam area Pasar Keputran Selatan mengeluhkan kondisi pasar yang kian sepi akibat tidak tertibnya PKL serta fasilitas infrastruktur yang tidak memadai. Hal ini disampaikan oleh Hafid, Pembina sekaligus Koordinator Pedagang Pasar Keputran Selatan.
Hafid mengungkapkan bahwa omzet pedagang yang berjualan di dalam gedung pasar menurun drastis karena aktivitas jual beli tidak bisa berjalan maksimal. Ia menyoroti adanya isu adu domba yang selama ini berkembang, seolah-olah pedagang resmi mendesak penertiban PKL secara sepihak.
“Selama ini ada fitnah katanya saya atau pedagang yang menyuruh PKL dibongkar. Padahal kita tidak pernah menyuruh. Kami hanya ingin aturan ditegakkan. Masak aturan harus menunggu disuruh? Kalau memang aturannya tidak boleh, ya terapkan saja,” ujar Hafid tegas, Selasa (20/1).
Hafid menambahkan bahwa antara pedagang dalam dan PKL sebenarnya adalah satu saudara. Ia tidak keberatan jika PKL ditampung dalam satu area, asalkan ada koordinasi yang jelas dan kapasitas tempat mencukupi agar tidak merugikan pedagang resmi yang sudah ada di dalam. Hafid juga mengkritik kurangnya ketegasan dari pihak PD Pasar dalam mengelola ketertiban tersebut.
Selain masalah ketertiban, pedagang juga mengeluhkan kondisi fisik pasar yang sangat memprihatinkan, terutama terkait ketersediaan air bersih. Padahal, banyak pedagang unggas di pasar tersebut yang sangat membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
“Kondisinya ala kadarnya. Air tidak ada. Selama ini kita pakai bor lama tapi tidak maksimal. Ada 12 keran, kalau dihidupkan tiga saja, yang satu sudah mati. Akhirnya banyak pedagang yang harus membeli air jeriken (geledekan) untuk berjualan,” tambah Hafid.
Para pedagang berharap pemerintah kota atau PD Pasar segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas bangunan dan memastikan hak serta kewajiban pedagang terpenuhi sesuai aturan.
“Harapan kami sederhana, tegakkan aturan dan perbaiki bangunan. Kami hanya ingin hak dan kewajiban kita sama-sama terpenuhi agar bisa berjualan dengan tenang,” pungkas Hafid. (*)







