Pelestarian Mangrove di Tanjung Perak Perkuat Ekosistem Pesisir dan Dorong Dekarbonisasi Pelabuhan

oleh -79 Dilihat
TPS Mangrove
TPS secara konsisten menjalankan program rehabilitasi mangrove di sekitar wilayah operasionalnya.

KabarBaik.co, Surabaya – Upaya pelestarian ekosistem mangrove di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak yang dilakukan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus menunjukkan hasil positif. Program yang telah berjalan sejak 2010 ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas operasional pelabuhan dan keberlanjutan lingkungan pesisir.

Selama lebih dari satu dekade, TPS secara konsisten menjalankan program rehabilitasi mangrove di sekitar wilayah operasionalnya. Kegiatan tersebut tidak hanya sebatas penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan, pengayaan vegetasi, serta perlindungan kawasan agar ekosistem dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Hasilnya, kawasan pesisir di sekitar terminal kini semakin stabil dan berfungsi optimal sebagai pelindung alami dari abrasi. Selain itu, keberadaan mangrove juga turut menjaga kualitas lingkungan perairan di area pelabuhan.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Menurutnya, mangrove memiliki peran penting sebagai aset ekologis yang mendukung operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.

“Pelestarian yang kami lakukan sejak 2010 tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keberlanjutan operasional pelabuhan,” ujarnya, Jumat (10/4).

Saat ini, ekosistem mangrove di TPS berkembang menjadi habitat yang kaya bagi berbagai flora dan fauna pesisir. Di sisi lain, mangrove juga berperan strategis dalam merespons perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon.

Sebagai carbon sink alami, mangrove mampu membantu menekan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas industri dan logistik. Kontribusi ini menjadi bagian penting dalam upaya dekarbonisasi yang dijalankan TPS secara berkelanjutan.

Erika menambahkan, pelestarian mangrove merupakan salah satu solusi berbasis alam yang diandalkan perusahaan dalam menjawab tantangan perubahan iklim.

“Sekuestrasi karbon oleh mangrove membantu mengurangi jejak karbon aktivitas pelabuhan sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi perusahaan,” katanya.

Selain melalui pelestarian lingkungan, TPS juga mendorong penurunan emisi dengan mengadopsi energi bersih dalam operasional terminal. Sejumlah peralatan bongkar muat utama seperti container crane (CC) dan rubber tyred gantry (RTG) telah menggunakan pasokan listrik untuk mengurangi ketergantungan pada energi berbasis fosil.

TPS juga mulai memanfaatkan energi surya sebagai bagian dari transisi menuju energi baru dan terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari integrasi strategi perusahaan dalam menggabungkan pelestarian lingkungan dengan efisiensi operasional.

“Integrasi antara pelestarian mangrove dan penggunaan energi bersih merupakan langkah nyata kami dalam menurunkan emisi karbon. Kami percaya keberlanjutan lingkungan dan kinerja operasional dapat berjalan beriringan,” tutup Erika.

Ke depan, TPS memandang pelestarian mangrove sebagai investasi lingkungan jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga sosial dan operasional. Komitmen ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mewujudkan pelabuhan yang cerdas dan ramah lingkungan (Smart and Green Port).

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.