Siswa SD di Bawean Terjun Langsung Teliti Mikroplastik, Temukan Jejak Sampah di Jaringan Daun Mangrove

oleh -359 Dilihat
IMG 20260407 WA0051

KabarBaik.co, Gresik – Bukan sekadar kunjungan wisata biasa, sejumlah siswa SDIT Al-Hidayah Bawean melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian pesisir. Bersama para peneliti mahasiswa Ilmu Kelautan UINSA, mereka turun langsung ke lapangan untuk meneliti keberadaan mikroplastik pada jaringan daun mangrove dan mengukur kualitas air di Pulau Bawean.

Langkah ini menjadi babak baru dalam pendidikan lingkungan sejak dini, di mana siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melihat langsung ancaman nyata bagi ekosistem mereka.

​Penelitian yang dipimpin oleh Dito Herdianto ini mengambil sampel di dua titik dengan kondisi yang sangat kontras. Di kawasan sekitar Pantai Selayar yang berdekatan dengan pemukiman warga, tim peneliti masih menemukan banyak sampah plastik yang tercecer di sekitar area mangrove. Dito menjelaskan bahwa keberadaan sampah ini menjadi catatan penting karena dapat memengaruhi kualitas perairan dan kesehatan mangrove secara keseluruhan.

Penelitian tersebut secara khusus ingin mengetahui apakah mikroplastik telah masuk ke dalam jaringan daun akibat paparan partikel dari udara maupun percikan air laut.

​Kondisi berbeda ditemukan di kawasan konservasi mangrove Desa Daun yang menunjukkan ekosistem jauh lebih bersih dan asri. Kebersihan di lokasi ini menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan lingkungan yang tepat dapat menjaga ekosistem tetap sehat. Perbedaan kondisi di dua lokasi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa untuk memahami pentingnya pengawasan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga wilayah pesisir agar tidak hanya menjadi area ekowisata, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung daratan dari abrasi.

​Selain pengamatan fisik, pemeriksaan kualitas air di sekitar mangrove juga mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan. Kinanti Safitrin Naja, salah satu guru pendamping, menyebutkan bahwa hasil pengukuran menunjukkan rendahnya kadar oksigen di dalam air laut sekitar mangrove yang terdampak sampah.

Temuan ini secara otomatis membuka kesadaran para peserta mengenai betapa besarnya dampak negatif jika sampah terus dibuang ke laut, karena kualitas air yang buruk akan mengancam seluruh keanekaragaman hayati yang tersokong oleh keberadaan mangrove.

​Pengalaman terjun langsung ke lapangan ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa, termasuk Kayla Ilma Arifah dan Fahri Maulana Elgar yang mengaku antusias saat melihat cara pengambilan sampel daun dan akar. Senada dengan itu, Jamili, S.Pd.SD, selaku guru pendamping lainnya, berharap kolaborasi riset ini dapat menjadi langkah awal untuk menyediakan data lingkungan yang akurat bagi Pulau Bawean.

Dengan adanya keterlibatan generasi muda dalam riset lapangan seperti ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif dan kebijakan lingkungan yang lebih tegas untuk menjaga masa depan pesisir yang berkelanjutan. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.