Banjir Rob Terjang 207 Tambak di Sidoarjo-Kerugian Rp 20 M, Mangrove Rusak Jadi Sorotan

oleh -117 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 19 at 12.03.31 PM
Banjir rob genangi Desa Tambakcemandi Sedati (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Gelombang banjir rob kembali menghantam pesisir Sidoarjo dan meninggalkan kerugian besar bagi para petambak. Sebanyak 207 tambak di Dusun Gisik Kidul, Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, terendam air laut. Ribuan ikan yang siap panen hanyut terbawa arus, sementara kerugian ditaksir mencapai Rp 20 miliar.

Ketua LPMD Desa Tambakcemandi, Thohir, 54, mengungkapkan kepada KabarBaik.co bahwa dampak banjir rob kali ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, ratusan tambak warga yang terdampak mengalami kerusakan cukup serius dan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

“Kurang lebih ada 207 tambak yang terdampak rob. Banyak ikan yang sudah mendekati masa panen hanyut terbawa air laut. Kalau dihitung secara keseluruhan, kerugian petambak diperkirakan mencapai Rp 20 miliar,” ujar Thohir.

Kerugian tersebut tidak hanya berasal dari hilangnya hasil budidaya perikanan, tetapi juga kerusakan tanggul dan infrastruktur tambak yang membutuhkan biaya besar untuk diperbaiki agar bisa kembali digunakan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo Muhammad Yunan Khoiron menjelaskan bahwa rusaknya ekosistem mangrove menjadi salah satu faktor utama yang membuat kawasan pesisir semakin rentan diterjang banjir rob.

“Adanya rob yang menerjang tambak para warga ini disebabkan oleh rusaknya mangrove yang ada di pesisir Sidoarjo, sehingga air dengan mudah bisa langsung menerjang tambak milik warga,” ujar Yunan.

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi penting sebagai benteng alami penahan gelombang laut dan abrasi. Berkurangnya kawasan mangrove membuat perlindungan terhadap tambak dan permukiman warga pesisir semakin melemah.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, banjir rob di wilayah pesisir Sidoarjo umumnya terjadi pada dua periode setiap tahun, yakni Mei hingga Juni serta November hingga Desember. Pada periode tersebut, pasang air laut cenderung lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko genangan di kawasan tambak dan permukiman.

“Fenomena ini hampir terjadi setiap tahun. Karena itu perlu ada langkah jangka panjang untuk mengurangi dampaknya, salah satunya dengan memperkuat kembali kawasan mangrove di sepanjang pesisir,” katanya.

Menurut Yunan, rehabilitasi mangrove menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi dampak banjir rob yang terus berulang. Namun, kewenangan penanaman mangrove dalam skala besar tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah kabupaten.

Karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dapat memberikan dukungan berupa program rehabilitasi dan penanaman mangrove di kawasan pesisir yang rawan terdampak rob, khususnya di wilayah Tambakcemandi dan sekitarnya.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi untuk membantu rehabilitasi mangrove di pesisir Sidoarjo. Mangrove menjadi pelindung alami yang sangat penting bagi tambak dan masyarakat pesisir,” tegas Yunan.

Selain mengusulkan rehabilitasi mangrove, pihaknya juga terus melakukan patroli rutin guna mencegah kerusakan kawasan mangrove akibat aktivitas penebangan liar. Edukasi kepada nelayan dan masyarakat pesisir juga dilakukan secara berkala agar turut menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Dengan pemulihan mangrove yang lebih masif dan dukungan dari pemerintah provinsi, diharapkan ancaman banjir rob yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat pesisir Sidoarjo dapat ditekan. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya melindungi sektor perikanan budidaya yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.