Pelindo Targetkan Uji Emisi 100 Truk Peti Kemas di Dua Terminal Surabaya

oleh -158 Dilihat
IMG 20260819 WA0007 1
Program ini menyasar 100 unit truk peti kemas yang beroperasi di kedua terminal. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) bersama Pelindo Regional 3 menggelar uji emisi kendaraan angkutan peti kemas yang beroperasi di Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Kegiatan bertajuk “Merdeka dari Emisi” tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelaksanaan uji emisi melibatkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi kondisi emisi kendaraan. Program ini menyasar 100 unit truk peti kemas yang beroperasi di kedua terminal. Pelaksanaan dibagi dalam dua tahap, yakni pada 13 Agustus 2026 di Terminal Teluk Lamong dan 18 Agustus 2026 di Terminal Petikemas Surabaya.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui kondisi emisi gas buang kendaraan berdasarkan parameter yang dipersyaratkan. Hasil pemeriksaan juga menjadi bahan evaluasi bagi pemilik kendaraan, khususnya apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeliharaan atau perbaikan pada mesin maupun sistem pengendalian emisi.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan, uji emisi menjadi salah satu langkah preventif perusahaan untuk mendorong terciptanya ekosistem operasional pelabuhan yang lebih rendah emisi.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran terhadap kondisi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong pengguna jasa dan mitra transportasi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aspek lingkungan dalam kegiatan operasional,” ujarnya, Rabu (19/8).

Menurut dia, data hasil pengujian diharapkan dapat menjadi informasi awal bagi pemilik kendaraan untuk mengevaluasi kondisi armadanya dan melakukan pemeliharaan apabila terdapat parameter emisi yang belum memenuhi ketentuan.

Widyaswendra menjelaskan, truk peti kemas memiliki peran penting dalam rantai logistik karena menjadi penghubung antara terminal dengan kawasan hinterland. Tingginya intensitas operasional kendaraan membuat pengelolaan emisi gas buang menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan transportasi logistik berkelanjutan.

“Dengan target 100 unit kendaraan yang diperiksa di dua terminal, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness para operator dan perusahaan angkutan terhadap kondisi teknis kendaraannya,” katanya.

Ia menambahkan, kendaraan dengan mesin dan sistem pembakaran yang terawat tidak hanya membantu mengendalikan emisi, tetapi juga dapat mendukung efisiensi operasional serta menjaga keandalan angkutan peti kemas.

Salah seorang pengemudi truk peti kemas, Ahmad Basuni, menyambut positif pelaksanaan uji emisi tersebut. Pengemudi yang telah menjalani profesinya selama sembilan tahun itu menilai proses pemeriksaan berlangsung sederhana dan tidak mengganggu aktivitas operasional.

“Proses uji emisinya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Menurut saya kegiatan seperti ini bagus dan kalau bisa dilakukan secara rutin, karena kita sebagai pengemudi juga jadi tahu kondisi emisi kendaraan yang kita bawa,” ujar Ahmad.

Melalui program tersebut, PTP dan Pelindo Regional 3 berupaya mendorong transformasi operasional logistik yang lebih ramah lingkungan. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim.

Inisiatif uji emisi di dua terminal peti kemas Surabaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelaku transportasi logistik terhadap pentingnya perawatan kendaraan, sekaligus mendukung aktivitas pelabuhan yang efisien, aman dan berkelanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.