KabarBaik.co- Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jemaah haji reguler resmi melampaui kuota. Hingga penutupan tahap kedua pada Jumat (9/1), jumlah jemaah yang melunasi biaya haji mencapai 205.042 orang atau 100,85 persen dari kuota nasional sebanyak 203.320 jemaah. Capaian ini menandai tuntasnya proses pelunasan untuk jalur haji reguler.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah Hasan Affandi kepada wartawan di Jakarta menegaskan bahwa tahap pelunasan Bipih jemaah reguler telah berakhir. Sementara itu, jemaah haji khusus masih diberi kesempatan untuk melunasi biaya hingga 12 Januari 2026. “Yang berakhir hari ini adalah pelunasan haji reguler. Untuk haji khusus masih berlangsung sampai 12 Januari 2026. Masih ada waktu bagi jemaah untuk menyelesaikan pelunasan,” ujarnya.
Dari total jemaah reguler yang telah melunasi, sebanyak 223.859 orang tercatat telah memenuhi syarat istitaah atau kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji. Angka ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan jemaah yang tinggi menjelang musim haji mendatang. Di sisi lain, pelunasan Bipih jemaah haji khusus baru mencapai 98,41 persen atau 16.310 orang dari kuota 17.680 jemaah. Masih tersisa sekitar dua persen kuota yang belum terserap.
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji, Mustolih Siradj, mengapresiasi capaian pelunasan haji reguler yang melampaui 100 persen. Namun, ia mengingatkan pentingnya validitas data yang ditampilkan oleh Kementerian Haji dan Umrah. “Secara persentase sudah lebih dari 100 persen, meski pada dashboard masih terlihat ada ruang kosong. Mudah-mudahan data yang disampaikan benar-benar valid,” katanya kepada awak media.
Dia juga mengingatkan calon jemaah haji yang telah melunasi Bipih agar fokus mempersiapkan diri, terutama dari sisi kesehatan, mengingat kondisi fisik menjadi faktor krusial dalam kelancaran ibadah haji. Selain itu, kelengkapan administrasi seperti visa dan dokumen perjalanan juga perlu dipastikan sejak dini.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menyatakan kesiapan akomodasi jemaah haji di Arab Saudi telah mencapai sekitar 80 persen dan sejauh ini tidak ditemukan kendala berarti terkait fasilitas dasar. Tantangan selanjutnya adalah optimalisasi manasik haji di daerah agar calon jemaah memiliki pemahaman yang utuh mengenai tata cara ibadah.
Dia juga menilai rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi berpotensi dapat menekan biaya penyelenggaraan haji ke depan. “Presiden Prabowo menginginkan pelaksanaan haji yang lebih efisien agar beban biaya jemaah bisa berkurang,” ujarnya. (*)






