KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saat ini merencanakan pembangunan area wisata kuliner atau street food di sekitaran Alun-alun Jember sebagai upaya untuk mengakomodasi dan menumbuhkan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Namun, rencana ini mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember. Legislatif mendesak Pemkab agar tidak terburu-buru dan meminta kebijakan ini harus melalui kajian komprehensif serta uji publik terlebih dahulu, terutama untuk memitigasi potensi dampak sosial.
Anggota Komisi A DPRD Jember, Tabroni, menilai bahwa rencana pembangunan lokasi wisata kuliner ini merupakan langkah yang positif dan disambut baik.
“Ini kebijakan yang baik, apalagi keinginan dari Pemkab Jember agar bisa menumbuhkan geliat ekonomi dan UMKM di Jember,” kata Tabroni, Jumat (5/12).
Meskipun mendukung, politisi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa langkah pengerjaan tidak boleh dilakukan sebelum ada kajian yang matang. Hal ini bertujuan agar proyek permanen tersebut tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.
“Seharusnya ada kajian dan uji publik semacam itu terlebih dahulu, karena di sekitaran alun-alun ini banyak kepentingan yang harus diakomodir,” tegas Tabroni.
Ia mencontohkan, area yang akan direncanakan pembangunan street food tersebut merupakan lokasi yang padat dan sensitif, dikelilingi oleh sekolah, gereja dan beberapa kantor OPD.
“Maka ini harus diakomodir semua kepentingannya. Lokasinya ini padat, jadi harus ada langkah-langkah penerapannya dan tidak menimbulkan masalah jika dipermanenkan,” tambahnya.
Ia menjabarkan belum mendapatkan site plan pengerjaan street food tersebut dengan detail dari OPD terkait.
“Kita belum tahu perencanaannya bagaimana, desiannya bagaimana. Maka kita akan panggil segera Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang, Satpol PP dan beberapa dinas lainnya yang berkaitan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum rencana ini direalisasikan DPRD Jember akan meminta laporan terkait perencanaan pembangunannya.
“Kami minta laporannya, agar kita juga memberikan masukan agar tidak terjadi persoalan nantinya,” pungkas Tabroni. (*)






