Ricuh, Pemilihan Ketua KONI Malang Diwarnai Protes dan Aksi Naik Meja

oleh -102 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 14 at 5.54.24 PM
Zia'ul Haq naik di atas meja saat Muskorkablub

KabarBaik.co, Malang – Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang dalam agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Muskorkablub), Sabtu (14/2), berlangsung ricuh. Aksi protes hingga naik meja mewarnai jalannya sidang saat forum membahas mekanisme pemilihan ketua baru.

Kericuhan terjadi ketika pimpinan sidang menawarkan dua opsi mekanisme pemilihan antara dua kandidat yang tersisa, yakni Darmadi dan Zia’ul Haq. Sebelumnya, satu bakal calon lainnya, Hendra Setiawan, menyatakan mundur usai menyampaikan visi dan misi di hadapan peserta.

Pimpinan sidang yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kabupaten Malang, Mulyono, menawarkan dua opsi, yakni musyawarah mufakat (aklamasi) atau voting. Mayoritas peserta forum disebut menginginkan aklamasi.

Namun, opsi tersebut langsung mendapat penolakan dari Zia’ul Haq. Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang yang juga politisi Partai Gerindra itu menilai proses pemilihan tidak berjalan secara prosedural dan kurang transparan.

“Buat apa penyampaian visi misi kalau ujungnya aklamasi,” ujar Zia dengan nada tinggi di dalam forum.

Ia juga mendesak agar dilakukan verifikasi terhadap peserta yang memiliki hak suara. Menurutnya, jika salah satu calon memang telah mengantongi dukungan mayoritas, seharusnya tidak keberatan dilakukan voting secara tertutup.

“Kalau sudah mengantongi dukungan mayoritas, seharusnya tidak takut voting tertutup,” tegasnya.

Perdebatan sengit tak terhindarkan. Sejumlah cabang olahraga (cabor) yang mendukung Zia turut menyuarakan keberatan terhadap usulan aklamasi. Situasi memanas hingga sidang akhirnya diskors untuk dilakukan mediasi.

Dalam momen tersebut, Zia sempat naik ke atas meja sebagai bentuk protes terhadap jalannya sidang yang dinilainya tidak menghargai forum.

Wiwit Tuhu, utusan khusus IPSI Kabupaten Malang, menilai aksi tersebut dipicu karena pimpinan sidang dianggap tidak menghormati dinamika forum.

“Kalau sampai ada yang naik meja, karena pimpinan sidang tidak menghargai forum. Perlawanan keras memang agak berlebihan, tapi akhirnya forum dipending dan kembali memilih jalan musyawarah,” ujarnya.

Hingga sidang diskors, forum Muskorkablub masih dalam proses mediasi untuk menentukan mekanisme pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang secara final. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.