Pemkab Banyuwangi dan OJK Bangun Eksosistem Literasi Keuangan Bagi Pelajar

oleh -320 Dilihat
ojk
Sejumlah siswa yang mengikuti literasi keuangan oleh Pemkab Banyuwangi dan OJK.

KabarBaik.co – Siswa di Banyuwangi kini mendapat pendampingan dalam mengatur keuangannya. Pendampingan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Otoritas Jasa Keuangan setelah dilakukan Kick Off Bulan Literisi Keuangan di SD Kepatihan Banyuwangi, Jumat (2/5).

Kepala OJK Jember Mohammad Mufid mengatakan upaya dilakukan agar, siswa terbiasa dan terdidik menabung sejak dini. Mereka juga diedukasi untuk mengenal berbagai produk keuangan agar dapat merencanakan keuangan demi masa depan yang lebih baik.

“Kita mengajarkan pada anak-anak sejak awal budaya menabung, mengelola keuangan, kalau dikasih uang saku sisihkan buat menabung dan buat jajan,” kata Mufid.

OJK bersama Pemkab Banyuwangi juga bakal membuat ekosistem agar siswa semakin termotivasi dalam menabung. Ekosistem itu perlu dikuatkan dari sisi orang tua maupun sekolah.

“Jadi anak-anak juga diberikan dukungan dari orang tuanya, juga kemampuan untuk meningkatkan ekonominya, itu juga perlu,” tegasnya.

Mufid menegaskan dalam Bulan Literasi Keuangan ini, OJK tidak hanya menargetkan siswa. Selanjutnya, seluruh lembaga jasa keuangan (LJK) akan bergerak melakukan literasi keuangan dengan berbagai target prioritas literasi seperti ke sekolah, desa, komunitas, pelaku UMKM termasuk peremuan rumah tangga dan penyandang disabilibtas.

“Semuanya ini akan menjadi kampanye, ini akan merata ke seluruh pihak, seluruh profesi dari desa ke kota,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut anak-anak diberikan pengetahun tentang berbagai program keuangan, cara memperlakukan uang hingga melakukan pembukaan rekening pada layanan mobile Bank Jatim.

Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah Bank Jatim, R. Arief Wicaksono mengatakan, Bank Jatim mendukung program literasi keuangan dari OJK untuk meningkatkan literasi dan keuangan inklusi melalui program pembukaan rekening bagi pelajar dari tingkat SD.

Dia berharap anak-anak tersebut bisa mengenal produk-produk keuangan, mengelola keuangan dan bagaimana memanfaatkan hingga menggunakannya.

“Tentunya tidak hanya membuka rekening, nanti ada pelatihan, edukasi semuanya, sehingga mereka secara bijak menggunakan produk-produk perbankan,” ungkapnya.

Saat ini, menurutnya sudah ada 27 ribu anak SD hingga SMP yang telah membuka tabungan simpanan pelajar di Bank Jatim. Dia berharap semakin banyak anak-anak khususnya pelajar bisa membuka rekening untuk merencakan keuangan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, literasi keuangan bagi anak-anak sangat penting. Berkaca pada generasi sebelumnya, menurut Ipuk, banyak kasus yang terjadi akibat kurangnya literasi.

“Mungkin orang tua anak-anak kita kurang literasi keuangan sehingga mereka terjebak dalam kasus pinjol dan sebagainnya. Ini yang kita tidak ingin terjadi lagi pada anak-anak kita,” tegasnya.

Ipuk menegaskan, anak-anak harus mendapatkan literasi keuangan sejak dini. Agar mereka punya ketahanan dari segi keuangan dan memiliki kemampuan merencanakan masa depannya dan bisa hidup semakin baik lagi. Apalagi sampai terjebak pada pinjaman-pinjaman yang tidak berizin.

“Kita bersyukur hari ini didukung OJK dan Bank Jatim, anak-anak kita mendapatkan literasi keuangan. Agar mereka bisa mengelola keuangan yang mereka miliki sedikit demi sedikit dan Insya Allah ketika dewasa mereka menerima manfaatnya,” ujarnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.