Pemkab Bojonegoro Wajibkan Pembuatan Biopori untuk Kurangi Genangan dan Banjir

oleh -4 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 03 at 2.15.46 PM
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat memberikan arahan di gedung Anglingdharma komplek pemkab Bojonegoro

KabarBaik.co, Bojonegoro– Pemkab Bojonegoro mewajibkan badan usaha milik daerah (BUMD), lembaga pemerintah, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, hingga pemerintah desa untuk membuat lubang resapan biopori sebagai upaya mengurangi genangan air dan banjir. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/48/412.217/2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan daya resap air di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Menurutnya, pembuatan biopori diwajibkan terutama di lingkungan perkantoran pemerintah, sekolah, hingga desa-desa.

“Pembuatan biopori sebenarnya sudah dilakukan di sekolah-sekolah adiwiyata, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun mandiri. Tujuannya jelas, untuk mengurangi genangan dan banjir di wilayah Bojonegoro,” ujar Luluk, Selasa (3/2).

Selain di lingkungan pendidikan, program ini juga telah diterapkan di desa dan kelurahan yang memiliki sertifikat Desa Berseri dan Desa Proklim. Tercatat sebanyak 29 desa dan kelurahan sudah menerapkan pembuatan biopori di halaman rumah warga. Dengan langkah tersebut, pada 2025 lalu Bojonegoro telah memiliki sejumlah titik resapan air berbasis biopori.

“Dan sekarang, dengan adanya surat edaran Bupati Bojonegoro, pembuatan biopori ini menjadi kewajiban,” tambahnya.

Sementara itu, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Bojonegoro, Nur Rahmawati Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa saat ini Bojonegoro memiliki sembilan sekolah adiwiyata, di antaranya SMPN 4 Bojonegoro, SMPN 1 Bojonegoro dan Sumberrejo, SMPN 1 Ngasem, serta SMAN 4 Bojonegoro.

“Total ada 292 sekolah adiwiyata, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun mandiri. Jika satu sekolah minimal membuat 10 biopori, maka akan ada 2.920 lubang resapan air di tanah,” terangnya.

Dengan masifnya pembuatan biopori tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap daya serap air tanah meningkat sehingga potensi genangan dan banjir dapat ditekan, terutama saat musim hujan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.