KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berinovasi dalam mendekatkan layanan publik dan mempercepat penyelesaian masalah di lapangan.
Salah satu langkah terbarunya adalah mendorong sinergisitas antara kader posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi pengaduan digital Wadul Gus’e.
Upaya ini ditekankan dalam kegiatan Gus’e Menyapa yang berfokus pada pertemuan kader posyandu se-Kecamatan Wuluhan, di Balai Desa Lojejer, Senin (20/10).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Jember Jupriono, bersama perwakilan perangkat desa dan masyarakat setempat.
Jupriono menekankan, Pemerintah Kabupaten Jember mendorong penguatan peran kader posyandu tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi efektif yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah.
“Kader posyandu memiliki peran krusial dalam pengawasan kesehatan anak dan penguatan posyandu terintegrasi. Pendataan ibu hamil dan bayi harus dilakukan sejak dini untuk mempermudah layanan jaminan kesehatan,” kata Jupriono.
Ia juga menyampaikan, kader posyandu didorong untuk aktif memanfaatkan aplikasi Wadul Gus’e, inovasi digital Pemkab Jember, sebagai jalur cepat untuk menampung aspirasi dan keluhan warga.
“Aplikasi Wadul Gus’e, yang dirancang untuk menampung keluhan masyarakat secara cepat dan transparan, telah terbukti manfaatnya,” ujarnya
Bahkan, lanjut Jupriono, warga yang hadir dalam acara tersebut mengakui bahwa mereka telah merasakan langsung kecepatan respons dari aplikasi ini.
“Salah satu contoh yang diapresiasi warga adalah penyelesaian cepat terhadap masalah distribusi minyak goreng bersubsidi yang sempat terjadi di wilayah tersebut setelah dilaporkan melalui Wadul Gus’e,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini secara keseluruhan bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara masyarakat, kader posyandu, dan pemerintah daerah.
“Dengan mengombinasikan peran aktif kader di lapangan dan kecepatan teknologi digital, kami berharap dapat meningkatkan kualitas layanan publik yang berbasis partisipasi dan teknologi,” pungkasnya. (*)







