KabarBaik.co, Pasuruan – Pada tahun anggaran 2027, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan membangun RSUD baru di wilayah Kecamatan Purwodadi. Selain itu juga akan membangun dua program strategis daerah lainnya seperti revitalisasi pasar wisata Cheng Hoo Pandaan dan revitalisasi obyek wisata pemandian alam Banyubiru.
Namun untuk merealisasikan tiga program strategis daerah tersebut Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan melakukan pinjaman daerah sebesar Rp 363 miliar.
Peminjaman modal tersebut dilakukan karena berdasarkan Nota Pengantar dan Penjelasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD, target pendapatan dan alokasi belanja mengakibatkan defisit anggaran sebesar Rp 546,85 miliar.
Defisit tersebut nantinya akan ditutupi dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) TA 2026 sebesar Rp 187,35 Miliar serta rencana Pinjaman Daerah sebesar Rp 363,00 miliar.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengatakan pinjaman daerah dipilih agar pelaksanaan program prioritas tidak mengganggu pembiayaan program pembangunan lainnya.
“Termasuk biar tidak mengganggu program lainnya, kita akan mencari pinjaman sebanyak Rp 363 miliar,” kata Gus Shobi sapaan akrabnya.
Menurutnya, perencanaan pembangunan tiga proyek strategis tersebut sudah matang dan akan dimulai pada 2027 dengan target rampung pada 2028.
Shobih menjelaskan pembangunan RSUD Purwodadi menjadi salah satu prioritas karena pemerintah daerah dituntut mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat pelayanan publik.
“Kenapa itu harus kita bangun, karena sementara ini pemerintah daerah diharapkan oleh pemerintah pusat untuk mencari potensi-potensi pendapatan dari daerah masing-masing,” jelas Shobih.
Ia menambahkan, keberadaan rumah sakit milik daerah di wilayah selatan juga diharapkan dapat mengurangi beban pembiayaan Universal Health Coverage (UHC) yang selama ini banyak mengalir ke rumah sakit di luar Kabupaten Pasuruan.
“Daripada kita mengeluarkan uang untuk UHC pengobatan masyarakat dan hasilnya diambil daerah lain, kita siapkan juga rumah sakitnya untuk wilayah selatan,” katanya.
Sebelumnya diketahui, guna merealisasikan proyek strategis tersebut, Pemkab Pasuruan tengah mengajukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang dibahas dalam rapat bersama di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta pada bulan Mei lalu.






