KabarBaik.co, Pasuruan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Pasuruan Creative Center (PCC) membuka ruang pembelajaran bagi ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lewat seminar dan pelatihan kewirausahaan.
Kegiatan yang didukung penuh Dinas Koperasi dan Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan itu digelar di Gedung Diponegoro, Bendomungal, Bangil, dan diikuti ratusan pelaku IKM dari berbagai sektor usaha.
Sejumlah narasumber dihadirkan, mulai dari Achmad Biuzar Mahmudi, owner Teh Tawa, Novin Farid S, Communication Strategic Expert sekaligus penggagas Malang Creative Center (MCC), hingga King Abdi, chef dan konten kreator yang kini sukses mengembangkan berbagai bisnis di Indonesia.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. Kegiatan ini sebagai agenda perdana PCC dan masih ada sejumlah kekurangan yang akan diperbaiki ke depan. “Ini kegiatan pertama PCC. Kami mohon maaf jika masih ada kekurangan kedepan akan ada banyak agenda lanjutan,” ujar pejabat yang akrab disapa Mas Rusdi itu.
Mas Rusdi menegaskan, PCC dihadirkan sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi pelaku IKM dan UMKM di Pasuruan agar mampu naik kelas. “Kegiatan ini untuk memotivasi panjenengan semua agar bisa berkembang. Syaratnya satu, terus upgrade ilmu,” katanya.
Dia menilai pelaku usaha perlu terus membuka diri terhadap pengetahuan baru, karena itu, pemerintah hadir memfasilitasi ruang, narasumber, dan sarana pembelajaran. “Tiga narasumber hebat kami hadirkan. Semua fasilitas disiapkan. Ini ikhtiar agar IKM dan UMKM Pasuruan terus tumbuh,” ucapnya.
Sementara itu, King Abdi mengapresiasi kehadiran PCC sebagai wadah penguatan pelaku usaha lokal, berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan. “Pengusaha yang baik adalah yang tidak takut jatuh. Jangan minder karena lahir dari keterbatasan. Mari bergerak dan keluar dari kemiskinan,” pesannya.
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan Rizal dan Sari, pasangan suami istri pelaku usaha kuliner yang mengikuti seminar. “Banyak pelajaran yang kami dapat. Bisnis harus inovatif dan tidak mudah menyerah,” kata Rizal.
Ia mengaku kisah dan pengalaman para narasumber menjadi penguat untuk terus bertahan dan mencari solusi di tengah tantangan usaha. “Kami berterima kasih kepada Pemkab Pasuruan yang sudah memberi ruang belajar bagi pelaku IKM,” pungkasnya. (*)








