KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Trenggalek resmi meluncurkan program Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah layanan kesehatan pokok yang terintegrasi dan berfokus pada tiga hal utama meliputi, siklus hidup sebagai fokus pelayanan, perluasan layanan kesehatan hingga ke tingkat kelurahan dan pedukuhan, serta penguatan pemantauan wilayah setempat.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa program ini menyasar berbagai kelompok, termasuk ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia dewasa, serta lansia. Program ini juga mencakup pengendalian penyakit menular dan layanan lintas klaster.
“Dengan adanya integrasi layanan yang baik, dukungan dari semua pihak, termasuk para kepala desa, sangat dibutuhkan,” kata Mas Ipin dalam peresmian yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (31/7).
Mas Ipin menambahkan bahwa ada kekhawatiran pekerjaan kader-kader kesehatan akan bertambah dengan adanya ILP. Oleh karena itu, edukasi masyarakat untuk melakukan penilaian mandiri terhadap kegiatan mereka sangat penting agar beban kerja kader tidak bertambah.
“Dengan melibatkan PKK, organisasi wanita seperti Fatayat, Muslimat, dan lainnya, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka sendiri,” ujar Arifin.
Program ILP ini tidak hanya fokus pada kelompok ekonomi miskin, tetapi juga memastikan remaja sehat, serta memberikan perhatian khusus pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan lansia. Berbagai program kesehatan seperti Dapur Cinta diharapkan dapat tepat sasaran.
Program ILP saat ini sudah dijalankan di 84 dari 157 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Trenggalek.
“Harapannya, dengan ILP ini, derajat kesehatan masyarakat meningkat. Saya mendukung penuh dan meminta semua desa menyelenggarakan Posyandu ILP ini,” tutup Mas Ipin. (*)






