KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pemetaan udara di kawasan hulu Sungai Kali Paron sebagai langkah awal penanganan banjir secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab luapan air yang berdampak hingga wilayah hilir.
Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, pemetaan melalui pengambilan foto udara memberikan gambaran utuh kondisi alur sungai dari bagian hulu hingga titik-titik rawan luapan. “Sesuai arahan Wali Kota, kami melakukan pemetaan dari udara untuk melihat kondisi alur Sungai Kali Paron secara menyeluruh. Dari hasil awal, luapan dipicu adanya sumbatan material yang terbawa arus,” ujar Alfi, Rabu (7/1).
Alfi menjelaskan, sumbatan yang ditemukan tidak hanya berupa kayu gelondongan berukuran besar, tetapi juga material lain seperti kerikil, pasir, lumpur, serta limbah pertanian. Penumpukan material tersebut mengganggu fungsi saluran sodetan dan bypass channel yang berperan penting dalam pengendalian debit air.
“Di lapangan kami menemukan gelondongan pohon, ranting, dahan, bahkan rumpun bambu yang menyumbat pintu air dan saluran sodetan. Kondisi ini membuat aliran tidak optimal saat debit air meningkat,” jelasnya.
Selain memetakan sumbatan fisik, DPUPR Kota Batu juga mengkaji kemungkinan adanya perubahan tata guna lahan di wilayah hulu. Pemetaan ini dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas pertanian maupun alih fungsi lahan turut berkontribusi terhadap masuknya material ke badan sungai, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Pemetaan ini penting untuk melihat apakah ada pengolahan atau perubahan fungsi lahan di hulu yang menyebabkan material pertanian terbawa aliran air dan akhirnya menyumbat saluran,” tambah Alfi.
Ia menyampaikan, kegiatan pemetaan udara telah dilaksanakan sejak Minggu (4/1) hingga Senin (5/1). Seluruh hasilnya akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Batu sebagai bahan evaluasi dan dasar penentuan langkah penanganan banjir ke depan.
“Hasil pemetaan akan kami sampaikan kepada Wali Kota. Ini menjadi dasar penanganan jangka panjang sekaligus pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Melalui pemetaan berbasis data ini, DPUPR Kota Batu berharap penanganan Sungai Kali Paron dapat dilakukan secara lebih terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga risiko banjir di wilayah hilir dapat ditekan secara signifikan. (*)







