KabarBaik.co – Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kota Batu pada Selasa (7/10) sore. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan dua rumah warga di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, mengalami kerusakan.
Dua rumah terdampak memiliki tingkat kerusakan berbeda. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, rumah milik Moch. Bajuri, 57, di Dusun Kedung, roboh setelah diterpa angin kencang. Bangunan berukuran 7×6 meter itu mengalami kerusakan berat hingga 70 persen, terutama di bagian dapur.
Sejumlah perabot rumah tangga juga ikut rusak akibat bangunan yang roboh. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, jaringan listrik di sekitar lokasi sempat terganggu. Tiga penghuni rumah kini mengungsi di rumah kerabatnya.
Sementara itu, rumah milik Umi Kulsum, 60, di Dusun Durek, mengalami kerusakan ringan pada bagian atap teras berukuran 2,5×2 meter. Secara keseluruhan, satu rumah tercatat rusak berat dan satu lainnya rusak ringan.
Dalam kejadian tersebut, BPBD Kota Batu bersama perangkat Desa Giripurno, Tagana, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, serta warga setempat langsung melakukan penanganan cepat di lokasi. Langkah yang diambil meliputi kaji cepat, koordinasi lintas instansi, serta rencana tindak lanjut berupa perbaikan rumah dan penyaluran bantuan logistik.
Sementara itu, pada Rabu (8/10), Wali Kota Batu, Nurochman, didampingi Wakil Wali Kota Heli Suyanto, dan sejumlah kepala OPD meninjau langsung lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa pemerintah kota memberikan dukungan penuh kepada warga terdampak, terutama keluarga Moch. Bajuri.
“Kami hadir untuk memberikan support pada Pak Bajuri dan keluarga yang rumahnya terdampak oleh angin kencang di saat curah hujan lumayan tinggi di Kota Batu,” ujar Nurochman.
Ia menegaskan, Pemkot Batu akan membantu proses perbaikan rumah agar kembali layak huni. “Bangunan akan kami bantu recovery-nya dengan menambah beberapa ring dan kolom di bagian struktur supaya lebih kuat. Kami ingin rumah itu segera difungsikan kembali seperti semula,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan mencakup material bangunan dan peralatan dapur, sementara pengerjaan akan dilakukan melalui kerja bakti warga bersama pemerintah desa. “Mungkin tukangnya saja yang dipersiapkan, tapi tenaga bisa bareng-bareng dengan masyarakat supaya tetap guyub rukun,” imbuh Nurochman.
Terkait kebutuhan anggaran, Nurochman menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil perhitungan teknis dari tim lapangan. Anggaran perbaikan akan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun 2025. Total anggaran BTT Kota Batu tahun ini mencapai Rp 6,4 miliar, dan hingga awal Oktober ini baru terserap sekitar Rp 27,2 juta. (*)







