KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan komitmennya menjaga citra dan keindahan kota wisata dengan menata kabel semrawut yang menjuntai di sejumlah jalan protokol. Langkah ini disiapkan melalui skema ducting atau penanaman kabel di bawah tanah.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyebut fenomena kabel kusut tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menurunkan daya tarik Kota Batu sebagai destinasi wisata. “Kota Batu ini kota wisata, jangan sampai tamu yang datang disuguhi kabel kusut di mana-mana. Kami tidak ingin estetika kota terganggu,” tegas Nurochman, Sabtu (6/9).
Menurut Nurochman, kawasan yang paling terdampak antara lain Jalan Sultan Agung, Alun-Alun Kota Batu, perempatan Klenteng Eng An Kiong, hingga Jalan Ahmad Yani. “Untuk itu, kami akan komunikasikan lebih dulu dengan PLN dan Telkom Malang. Penerapannya nanti disesuaikan master plan,” jelasnya.
Selain menjaga keindahan tata kota, lanjut Nurochman, penataan ini juga bertujuan untuk menertibkan kabel liar yang diduga dipasang tanpa izin. “Ada kemungkinan provider nakal numpang kabel di jalur PLN atau Telkom. Ini yang akan kita telusuri,” katanya.
Skema ducting dijadwalkan mulai diterapkan tahun 2026, dengan perapian kabel dilakukan bertahap. Meski menelan biaya besar, sistem ducting telah terbukti di berbagai kota besar mampu menciptakan wajah kota yang lebih rapi, modern, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan. (*)






