Pemkot Mojokerto Jaring Aspirasi Warga Lewat FKP Ranwal RKPD 2027

oleh -78 Dilihat
WhatsApp Image 2026 02 21 at 10.11.53 AM
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Pemkot Mojokerto menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan FKP merupakan tahapan wajib yang harus dilalui setiap tahun dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, keterlibatan publik menjadi kunci agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kepentingan terhadap isu strategis dan prioritas pembangunan tidak hanya dirumuskan oleh pemerintah. Kita butuh masukan secara bottom-up karena sasaran dan objek pembangunan adalah masyarakat itu sendiri,” ujar wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini, Sabtu (21/2).

Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan visi pembangunan Kota Mojokerto sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yakni mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan sejumlah indikator utama capaian pembangunan. Indikator pertama adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2025 mencapai 82,35 atau naik 0,59 poin dibanding tahun sebelumnya.

“IPM ini kita rencanakan harus meningkat secara graduatif dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Indikator kedua adalah tingkat kemiskinan yang ditargetkan terus menurun seiring peningkatan IPM. Ning Ita menekankan pentingnya penanganan kemiskinan yang semakin tepat sasaran dengan kedalaman dan sebaran yang makin menyempit.

Sementara indikator ketiga, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,15 persen. Menurutnya, meski kondisi ekonomi nasional masih penuh ketidakpastian, tren pertumbuhan ekonomi daerah tetap harus dijaga agar terus meningkat.

“Situasi ekonomi nasional tentu berpengaruh, tapi kita tetap harus menjaga agar pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto bergerak positif,” terangnya.

Indikator keempat, gini rasio, juga menunjukkan tren yang membaik. Ning Ita menargetkan pada 2027 rasio ketimpangan tersebut kembali menurun sebagai tanda semakin sempitnya kesenjangan sosial.

Pada indikator kelima, yakni tingkat pengangguran terbuka (TPT), Ning Ita menyoroti adanya anomali karena TPT meningkat namun angka kemiskinan justru menurun. Untuk mengatasinya, Pemkot Mojokerto optimistis pembukaan lapangan kerja baru akan berdampak signifikan.

Di antaranya melalui operasional 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masing-masing menyerap sekitar 45 tenaga kerja, serta beroperasinya pabrik rokok baru yang diperkirakan mampu menampung hingga 600 pekerja.

“Kita optimis tingkat pengangguran terbuka bisa menurun pada 2027. Apalagi ada tiga pabrik rokok yang sempat kolaps pada 2023 dan kini sudah diakuisisi serta mulai beroperasi kembali tahun 2026,” tandasnya.

Melalui forum ini, Ning Ita berharap seluruh pemangku kepentingan aktif memberikan masukan yang konstruktif dan solutif sebagai bahan penyempurnaan Ranwal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2027.

“Setiap saran dan masukan akan menjadi bahan penyempurnaan agar kebijakan dan program yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan visi pembangunan Kota Mojokerto,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.