Pemkot Mojokerto Perkuat Operasi Pasar Lewat Pracangan dan Koperasi Kelurahan Jelang Ramadan

oleh -87 Dilihat
High Level Meeting TPID Kota Mojokerto yang membahas pengendalian inflasi lonjakan harga (istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkot Mojokerto bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok.

Hal itu dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto. Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mojokerto, Rachmi Widjajati.

Fokus utama pertemuan tersebut adalah optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), sebagai ujung tombak distribusi bahan pokok di tingkat kelurahan.

Rachmi menegaskan langkah antisipatif perlu dilakukan lebih awal agar harga tetap terjangkau dan pasokan aman saat permintaan meningkat.

“Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan menjelang bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri ini, perlu dilakukan optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ujarnya. Sabtu (14/2).

Dalam rapat tersebut hadir unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, hingga perwakilan pracangan TPID dan pengurus KKMP se-Kota Mojokerto.

Pemkot Mojokerto, lanjut Rachmi, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), akan memberikan fasilitasi bantuan ongkos angkut dalam kegiatan operasi pasar. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya distribusi sehingga harga jual di tingkat konsumen tetap terkendali.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pracangan TPID dan KKMP untuk melengkapi legalitas perizinan, khususnya KBLI 47111. Dengan legalitas tersebut, mereka dapat menjadi mitra Bulog dalam program Rumah Pangan Kita (RPK) dan memperoleh pasokan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Pracangan TPID dan KKMP juga diharapkan dapat menjual beras dan Minyakita sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran pracangan serta koperasi di tingkat kelurahan, Pemkot Mojokerto berharap upaya pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri dapat berjalan efektif.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam rapat hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto, khususnya dalam rangka pengendalian inflasi di bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Rachmi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.