Pemprov Jatim Terapkan SOP Ketat, Lapak Hewan Kurban Tepi Jalan Dibatasi

oleh -98 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 02 at 2.14.08 PM scaled
Gubernur Khofifah saat meninjau ketersediaan hewan kurban di Peternakan Sapi Baru Nganjuk (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Ngajuk– Menjelang Idul Adha, Pemprov Jatim menerapkan aturan tegas bagi para pedagang, terutama yang membuka lapak di pinggir jalan raya.

Seluruh titik penjualan wajib memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mengantongi izin resmi agar tidak berdiri sembarangan.

“Untuk lapak di pinggir jalan itu ada SOP yang sudah kita buat. Lapak harus mendapatkan izin. Jadi sudah ada titik-titik tertentu yang direkomendasikan dan dilaporkan ke kami,” ujar Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani saat ditemui di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026).

Saat ini tercatat lebih dari 2.000 lapak hewan kurban di seluruh Jatim yang telah terdata dan menjalani asesmen. Pengawasan tidak hanya soal lokasi, tetapi juga fokus pada kesehatan hewan yang dijual untuk mencegah penyebaran penyakit seperti PMK dan LSD.

“Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum hewan disembelih untuk memastikan kondisi kesehatan, sementara post mortem dilakukan setelah penyembelihan guna memastikan organ dalam layak konsumsi,” ungkap Indyah.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya menurunkan dokter hewan dan paramedis, serta berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan dari berbagai universitas ternama.

Indyah memastikan kondisi penyakit hewan di Jatim saat ini tetap terkendali berkat vaksinasi dan pengobatan yang maksimal.

Selain aspek keamanan, ketersediaan hewan kurban juga dipastikan sangat aman dan melimpah. Total kebutuhan diprediksi sekitar 427 ribu ekor, namun stok yang tersedia jauh melampaui angka tersebut.

“Untuk sapi tersedia sekitar 629 ribu ekor, kambing 940 ribu ekor, domba 444 ribu ekor, dan kerbau sekitar 1.600 ekor. Artinya kita surplus dan bahkan bisa menopang kebutuhan provinsi lain,” paparnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan bahwa langkah ketat ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.

“Kurban kita aman. Pemeriksaan ante mortem dan post mortem ini kita lakukan untuk memastikan semuanya sehat dan layak konsumsi,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.