Pemprov NTB Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Terkendali Jelang Idul Adha

oleh -107 Dilihat
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemprov NTB turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kebon Roek.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemprov NTB turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kebon Roek.

KabarBaik.co, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, Kamis (21/5).

Pemantauan dilakukan di Pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika guna memastikan stabilitas pasokan serta mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kegiatan tersebut dipimpin Asisten II Setda NTB Lalu Moh. Faozal. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Mataram, Kepala BPS NTB, perwakilan Bulog, kepala OPD terkait, hingga Dirreskrimsus Polda NTB.

Dalam peninjauan itu, Faozal memastikan stok komoditas utama seperti beras, gula, dan tepung terigu dalam kondisi aman dan mencukupi di seluruh gudang Bulog di NTB. “Ketersediaan beras, gula, dan tepung sangat cukup. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kenaikan tipis harga beras Bulog bukan dipicu kelangkaan stok, melainkan meningkatnya biaya kemasan plastik.

Selain memastikan stok pangan, TPID juga mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas menjelang hari raya. Harga ayam potong naik sekitar Rp 5.000 per kilogram akibat tingginya permintaan masyarakat. Sementara harga daging sapi masih relatif stabil di kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang kini berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 35 ribu. Menurut Faozal, kondisi itu dipengaruhi biaya distribusi dari daerah produsen seperti Bima menuju Pulau Lombok.

Meski demikian, Pemprov NTB optimistis harga bawang merah akan kembali stabil seiring masuknya musim panen di Bima dalam waktu dekat.

TPID juga melakukan pengecekan terhadap distribusi LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah pangkalan sekitar Pasar Kebon Roek. Dari hasil pemantauan, stok LPG dipastikan aman dan distribusi berjalan normal.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan kebutuhan pokok maupun energi masih terkendali.

Di akhir pemantauan, Faozal menegaskan kondisi harga di pasar tradisional Kota Mataram secara umum masih dalam batas wajar dan belum ditemukan lonjakan ekstrem.

“Pemerintah hadir memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali agar masyarakat bisa menyambut Idul Adha dengan tenang,” tegasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.