Pemuda Nganjuk Tewas Tenggelam Saat Mancing di Bendungan Semantok

oleh -169 Dilihat
Petugas Inafis Polres Nganjuk dan Puskesmas rejoso melakukan pemeriksaan dan identifikasi tubuh korban di lokasi kejadian (ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Doni Trisetyawan, 20, warga Wilangan, Nganjuk, tewas tenggelam di Bendungan Semantok. Korban tenggelam saat mencoba mengambil kail pancing yang tersangkut tumbuhan di area Genangan Barat Bendungan tersebut.

Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadhi mengatakan kejadian bermula ketika korban bersama temannya berangkat ke bendungan sekitar pukul 04.30 WIB untuk memancing. Sekitar pukul 05.30 WIB, mereka mulai memancing dengan melempar umpan dari pinggir bendungan.

“Sekitar pukul 07.00 WIB, umpan atau kail milik korban tersangkut pada tumbuhan di dalam bendungan. Korban kemudian melepas bajunya dan masuk ke dalam air yang kedalamannya sekitar 5 meter untuk melepaskan kail itu,” jelas Fajar, Selasa (10/2)

Karena tidak bisa berenang, korban meminta tolong, saat itu juga teman korban berusaha menolong.

“Keterangan dari saksi, korban panik sehingga menarik tubuh saksi hingga saksi mengalami kram dan terpaksa melepaskannya,” terang Fajar.

Setelah kramnya sembuh, saksi kembali berusaha menolong dengan berenang, namun sayang korban sudah tenggelam, kemudian tubuh korban dibawa ke tepi waduk.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut lalu melapor kepada perangkat desa Sambikerep, yang selanjutnya menghubungi bhabinkamtibmas dan Polsek Rejoso.

“Tim Inafis Polres Nganjuk melakukan identifikasi, sedangkan Puskesmas Rejoso melakukan pemeriksaan ke jenazah. Hasil visum luar menunjukkan tidak ada tanda penganiayaan lainnya. Keluarga korban telah menerima kejadian ini dan tidak akan menuntut pihak manapun, serta siap membuat surat pernyataan terkait kematiannya,” kata Fajar.

Fajar mengimbau kepada warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar area perairan, baik itu bendungan, sungai, maupun danau. Hindari memasuki air jika tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai, dan selalu perhatikan tanda-tanda bahaya yang ada di lokasi.

“Untuk keluarga korban, kami ucapkan belasungkawa yang mendalam. Tim kami akan terus membantu proses yang diperlukan hingga jenazah dapat dimakamkan dengan layak,” katanya.

Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo juga menyampaikan prihatin terkait peristiwa ini.

“Kami mengucapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Kami akan meningkatkan sosialisasi keselamatan agar hal serupa tidak terulang,” tandas Sutomo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.