Pendapatan Anjlok, Tukang Becak di Tuban Protes Shuttle dan Bentor Program Presiden

oleh -102 Dilihat
Para tukang becak di Tuban menggelar aksi di depan kantor Pemkab Tuban. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Tuban – Ratusan tukang becak wisata Makam Sunan Bonang Tuban yang biasa mangkal di Terminal Parkiran Bus Kebonsari menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Mereka menuntut penataan kendaraan angkutan shuttle dan becak motor (bentor) yang merupakan bagian dari program bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Para tukang becak menilai kehadiran shuttle dan bentor yang sama-sama mengangkut peziarah telah mengambil ruang usaha sekaligus menggerus pendapatan becak tradisional yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka.

Ketua Paguyuban Parkir Wisata Sunan Bonang, Sutiono, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari mediasi yang sebelumnya dilakukan di DPRD Tuban dan audiensi di Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa operasional shuttle dan becak harus ditata agar tidak saling merugikan.

“Dari hasil mediasi katanya teman-teman shuttle ditata dan teman-teman tukang becak juga ditata. Tapi faktanya kami sebagai pedagang justru terkena imbas, penghasilan kami turun karena persoalan ini,” ujar Sutiono, Kamis (5/2).

Menurutnya, program pemerintah yang menghadirkan bentor dan shuttle justru dinilai tidak berjalan sesuai rencana di lapangan. Alih-alih meningkatkan kesejahteraan, kebijakan tersebut disebut malah menekan ekonomi tukang becak tradisional yang sudah lama menggantungkan hidup dari jasa angkutan peziarah.

“Program ini dinilai gagal karena tidak sesuai dengan rencana awal. Makanya kami menuntut penataan yang adil,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLHP Tuban, Anthon Tri Laksono, mengakui bahwa persoalan transportasi peziarah di kawasan wisata religi Sunan Bonang bukan masalah sederhana karena menyangkut aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau ada peluang ekonomi, pasti dimanfaatkan, itu wajar. Tapi di sisi lain, teman-teman di Terminal Kebonsari merasa penghasilannya berkurang. Karena itu, hari ini kami sepakat bus peziarah harus masuk ke Terminal Kebonsari,” kata Anthon.

Ia menjelaskan, awal kemunculan kendaraan shuttle dipicu oleh banyaknya bus peziarah yang parkir di luar Terminal Kebonsari karena wisata religi di Kabupaten Tuban tidak hanya terpusat di satu titik. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh shuttle untuk mengantar jemput peziarah menuju Makam Sunan Bonang.

“Ke depan kami akan fokus menata, baik kendaraan shuttle maupun bentor. Tapi tentu ini tidak bisa instan dan butuh dukungan semua pihak,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.