KabarBaik.co, Mojokerto – Seorang operator video streaming tewas tersengat listrik saat acara halal bihalal dan pengajian menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H di halaman Musala Darun Na’im, Dusun/Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/5) malam. Dua orang lainnya juga ikut tersengat listrik dan mengalami luka.
Korban meninggal diketahui bernama Primasta Firdaus Nuzula, 26, warga Lingkungan Sentana, Kranggan, Kota Mojokerto. Sementara dua korban lainnya yakni Sriatu, 64, warga Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Sooko, Mojokerto, dan M Raffa Al Falaq, 25, warga setempat.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan mengatakan acara tersebut merupakan kegiatan halal bihalal dan pengajian umum yang digelar takmir musala setempat.
“Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan penampilan selawat dan banjari di atas panggung,” kata Jinarwan, Sabtu (23/5).
Insiden terjadi sekitar pukul 20.05 WIB saat hujan deras mengguyur lokasi acara. Tiba-tiba terdengar teriakan meminta tolong dari arah samping kiri panggung.
“Terdengar suara teriakan dari arah depan samping kiri panggung meminta tolong bahwa ada yang tersengat listrik,” ujarnya.
Ketiga korban kemudian dievakuasi warga dan panitia ke RSUD RA Basoeni Gedeg untuk mendapat pertolongan medis. Namun, nyawa Primasta tak tertolong.
“Korban Primasta dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mendapat penanganan medis,” terang Jinarwan.
Polisi menduga sengatan listrik berasal dari korsleting pada stop kontak atau kabel yang basah akibat terkena air hujan. Arus listrik kemudian merambat ke meja operator yang disentuh korban.
“Stop kontak tersebut yang memasang adalah korban sendiri karena korban merupakan tim operator video streaming,” ungkapnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa kabel audio dari lokasi kejadian.
Pihak keluarga korban disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. (*)








