Pengusaha Surabaya Tuntut Wakil Wali Kota atas Video di TikTok, Ini Alasannya

oleh -1557 Dilihat
IMG 20250411 WA0020
Jan Hwa Diana, Pengusaha yang laporkan Wakil Walikota Surabaya Armuji. (Tiktok @janhwa.diana)

KabarBaik.co – Keputusan pengusaha Surabaya, Jan Hwa Diana, melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ke Polda Jawa Timur menarik perhatian publik. Laporan ini dilayangkan setelah Diana menilai unggahan akun TikTok atas nama Armuji menyebarkan fitnah dan merusak reputasinya.

Dalam video yang diunggah, menurut Jan Hwa, ia dituduh sebagai bandar narkoba, lengkap dengan penggunaan foto pribadinya dan sang suami tanpa izin.

“Bapak sudah menggiring opini publik yang mengakibatkan kerugian material dan immaterial terhadap saya, padahal tuduhan bapak tidak benar adanya,” tegas Jan Hwa dalam pernyataannya yang diunggah di akun Tiktok miliknya @janhwa.diana pada Jumat (11/4) dini hari.

Kasus ini bermula ketika Armuji, melalui akun TikTok resmi, mempublikasikan kedatangannya pada suatu tempat yang diduga gudang untuk bertemu pemiliknya karena ada laporan warga Surabaya yang kemudian viral. Jan Hwa menilai bahwa sebagai pejabat publik, Armuji seharusnya melakukan klarifikasi dan penyelidikan internal terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Dalam penjelasannya, Jan Hwa menekankan bahwa setiap keluhan karyawan—jika memang ada—harus diproses melalui mekanisme yang berlaku.

“Terkait dengan laporan karyawan, sudah ada jalurnya ke Disnaker. Apabila bukti sudah kuat, bisa dilaporkan ke pengadilan industri,” ujarnya.

Lebih jauh, Jan Hwa menceritakan bahwa ia menerima telepon dari nomor tidak dikenal saat sedang berada di luar kota. Karena tidak mengenal penelepon dan maraknya kasus penipuan, ia sempat menyebut Armuji sebagai penipu.

“Saya menganggap dan bilang bapak penipu karena saya menerima telepon dari nomor tidak dikenal, dan pada saat itu saya berada di luar kota,” jelasnya.

Ketegangan memuncak ketika Jan Hwa mengaku tidak pernah diundang secara resmi untuk mediasi. Ia bahkan menerima perlakuan kurang sopan melalui sambungan telepon.

“Tidak pernah bapak mengundang resmi saya secara baik-baik untuk mediasi. Bapak berkata-kata kasar kepada saya di telepon. Inikah sikap seseorang yang mengaku pimpinan pemerintahan Surabaya?” keluhnya.

Akibat dari video tersebut, tekanan terhadap Jan Hwa dan keluarganya diduga semakin besar. Anak-anaknya menjadi korban bullying. Hal ini menurut Jan Hwa, mencerminkan dampak serius ketika pejabat menggunakan media sosial tanpa pertanggungjawaban. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.