Polemik dengan Wawali Armuji Berakhir Damai, Madas Cabut Laporan Polisi

oleh -20 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 06 at 2.50.12 PM 1
Mediasi Wawali Armuji dan Madas di Unitomo (istimewa)

KabarBaik.co – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada organisasi masyarakat Madura Asli Sedarah (Madas). Langkah ini diambil guna mengakhiri polemik dan kegaduhan publik terkait penyebutan nama ormas tersebut dalam sebuah pernyataan yang sempat viral.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Armuji dalam pertemuan mediasi terbuka bersama Ketua Umum DPP Madas Mohammad Taufik yang berlangsung di Universitas dr. Soetomo (Unitomo), Selasa (6/1).

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Saya mohon maaf. Tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ujar Armuji di hadapan awak media.

Armuji menjelaskan bahwa keterlibatannya bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan setelah menerima banyak laporan masyarakat. la mengakui sempat menyebut nama Madas secara spontan dalam dialog yang disiarkan di kanal YouTube pribadinya saat menanggapi pertanyaan terkait oknum yang terlibat.

“Saya khilaf menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, ternyata tulisan Gong Xi Fa Cai,” imbuhnya, seraya menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menyudutkan organisasi mana pun.

Madas Tegaskan Bukan Ormas Preman

Di lokasi yang sama, Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik, menyambut baik itikad baik tersebut namun memberikan klarifikasi tegas. la menolak keras stigma premanisme yang sempat melekat pada organisasinya akibat polemik ini.

“Pertama, kami atas nama Madas meminta maaf jika persoalan ini menjadi gaduh. Tapi kami tegaskan, Madas bukan ormas preman,” tegas Taufik.

Taufik memaparkan bahwa kejadian yang dipersoalkan terjadi pada Agustus 2025, sementara dirinya baru menjabat sebagai Ketua Umum pada Oktober 2025. Berdasarkan kajian tim hukum internal, tidak ditemukan bukti keterlibatan organisasi dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada satu pun berita acara yang menyebut Madas. Itu bukan kegiatan organisasi. Jika memang ada individu yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, kami mendukung penuh aparat untuk memprosesnya secara hukum,” jelasnya.

Taufik menilai isu ini berkembang menjadi framing negatif atau “gorengan” yang merugikan nama baik organisasi. la pun sepakat untuk mengakhiri polemik ini di ruang publik dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Semoga ini jadi pembelajaran bersama dan tidak ada lagi kesalahpahaman. Kami mendukung Polda untuk menyelidiki, kalau memang bersalah silakan ditindak,” lanjut Taufik.

“Saya menerima permintaan maaf. Kami akan mencabut laporan di Polda Jawa Timur. Kita memilih untuk bergandengan tangan,” tandas Taufik.

Pertemuan mediasi ini diharapkan dapat mendinginkan suasana di Kota Surabaya dan menjaga kondusivitas antar elemen masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.