KabarBaik.co – Proses penjaringan calon ketua DPC PDI Perjuangan Gresik periode 2025–2030 diterpa kabar tak sedap. Beberapa sumber menyebut adanya intervensi pengurus DPC terhadap rapat penjaringan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC). Bahkan, ada laporan pengurus DPC ikut memimpin langsung rapat penjaringan.
Sekretaris DPC PDIP Gresik Noto Utomo, menampik tudingan itu. Ia menegaskan rapat PAC berjalan sesuai mekanisme. Menurutnya, rapat memang dipimpin oleh Jumanto, Wakabid Keanggotaan dan Organisasi DPC PDIP Gresik, tetapi tidak dalam rangka intervensi.
“Tidak ada intervensi sama sekali. Yang memimpin rapat adalah Jumanto, dan saya juga hadir di PAC Panceng,” ujar Noto, saat dikonfirmasi, Kamis (4/9).
Ia menjelaskan, rapat di PAC Panceng sempat mengerucutkan empat nama yakni Mujid Riduan, Jumanto, Munip Riduwan, dan Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Namun sesuai aturan, PAC hanya bisa mengajukan tiga nama calon ketua DPC.
“Mereka kemudian berunding lagi. Saya bahkan keluar waktu mereka berunding,” kata Noto.
Keputusan akhir ditetapkan oleh ketua PAC. Dari empat nama, yang diajukan adalah Mujid Riduan, Jumanto, dan Munip Riduwan. “Semua berjalan mekanis,” tegas Noto.
Ia menambahkan, meskipun Gus Yani tidak diusulkan di tingkat PAC, peluangnya masih terbuka. “DPP dan DPD tetap punya hak memutuskan,” katanya.
Hingga kini, setidaknya 10 nama telah terjaring dari sejumlah PAC. Meliputi petahana Mujid Riduan, Jumanto, Ponco Pratikno, Mustofah, Hanafi, Sulisno Irbansyah, Siti Muafiyah, Mulyono, Gunadi, dan Johan Wahyudi.
Nama-nama itu selanjutnya akan direkap oleh DPC, kemudian diteruskan ke DPD untuk dibawa ke DPP. Dari hasil tersebut, DPP akan menetapkan tiga nama, satu sebagai ketua DPC, sementara dua lainnya akan ditempatkan mendampingi jajaran DPC atau sebagai sekretaris.
“Insyaallah tidak ada tekanan, tidak ada intervensi. Semua kami serahkan sepenuhnya ke ketua PAC,” pungkas Noto.(*)






