Peran Strategis DPRD Sidoarjo dalam Penguatan Regulasi dan Pengawasan Penanganan Bullying di Sekolah

oleh -306 Dilihat
DPRD KABUPATEN SIDOARJO 20251107 165109 0000

KabarBaik.co – DPRD Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam menghadapi persoalan bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah. Persoalan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun digital (cyberbullying), kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan intervensi regulatif dan pengawasan yang kuat dari pemerintah daerah.

Dalam konteks ini, DPRD Sidoarjo memegang peran strategis terutama dalam memastikan hadirnya regulasi yang berpihak pada perlindungan anak serta pengawasan implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan.

Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih menegaskan bahwa isu bullying tidak dapat dipisahkan dari tantangan generasi muda di era digital. Menurutnya, tantangan yang dihadapi pemuda masa kini tidak hanya terkait kemampuan akademik atau fisik, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, dinamika sosial, hingga tekanan lingkungan digital yang semakin kompleks.

“Pemuda saat ini tidak bisa hanya dibekali satu atau dua keahlian saja. Mereka harus multitalenta. Kebutuhan zaman berubah cepat dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci,” ujar Nasih saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/11).

Nasih menilai persoalan bullying yang muncul di sekolah tidak hanya terjadi karena lemahnya kontrol sosial, tetapi juga karena perkembangan platform digital yang semakin cepat. Media sosial menjadi ruang baru yang sering kali dimanfaatkan untuk melakukan perundungan secara virtual, yang dampaknya bisa lebih berat dibandingkan perundungan fisik.

Regulasi dan Pengawasan DPRD, Menekan Akar Masalah Bullying

Untuk menjawab tantangan ini, DPRD Sidoarjo terus mendorong lahirnya regulasi yang lebih tegas serta mekanisme pengawasan yang lebih sistematis. DPRD tidak hanya berfokus pada penyusunan payung hukum, tetapi juga memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan optimal di sekolah-sekolah.

Beberapa langkah strategis DPRD dalam penguatan regulasi dan pengawasan terkait bullying meliputi:

– Mendorong Perda Perlindungan Anak yang lebih responsif terhadap isu bullying, termasuk pembaruan aturan agar sesuai dengan dinamika era digital.

– Mendesak Dinas Pendidikan untuk memperkuat program sekolah ramah anak, mulai dari SOP penanganan bullying, pembentukan tim konselor, hingga peningkatan kualitas guru BK.

– Mengawasi implementasi kurikulum profil pelajar Pancasila, yang salah satunya menekankan karakter gotong royong, integritas, dan empati.

– Meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk kepolisian, psikolog, pemerhati anak, hingga organisasi kepemudaan, agar intervensi terhadap kasus perundungan berjalan komprehensif.

Pengawasan intensif yang dilakukan DPRD bertujuan agar siswa memiliki ruang belajar yang aman dan terlindungi. Menurut Nasih, bullying harus diberantas dari akarnya melalui pendekatan regulatif, edukatif, hingga penguatan karakter.

Ancaman Sosial bagi Pemuda di Era Modern

Abdillah Nasih mengungkapkan bahwa ancaman yang dihadapi bangsa saat ini tidak lagi bersifat fisik seperti perang, tetapi justru muncul dari berbagai aspek sosial. Penyalahgunaan narkoba, pergaulan menyimpang, hingga bullying yang menggerogoti kepercayaan diri anak-anak, semuanya menjadi ancaman yang harus ditangani secara serius.

“Hari ini ancaman terhadap negara bisa datang dari penyalahgunaan narkoba, bullying, hingga perundungan yang menyimpang. Karena itu, pemuda harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan semacam itu,” tegas Nasih.

Dalam pandangannya, bullying tidak hanya merusak mental dan emosional siswa, tetapi juga berpotensi menghambat tumbuhnya generasi emas Indonesia. Anak-anak yang menjadi korban cenderung mengalami trauma jangka panjang, menurunnya prestasi akademik, hingga berisiko mengalami depresi. Di sisi lain, pelaku bullying berpotensi mengembangkan perilaku agresif berkelanjutan jika tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.

Literasi Digital sebagai Benteng Utama

Dalam pernyataannya, Nasih menekankan pentingnya literasi digital di kalangan pemuda. Pemahaman terhadap etika bermedia, kemampuan memilah informasi, hingga membangun interaksi positif di ruang digital menjadi aspek penting untuk mencegah munculnya perundungan di media sosial.

Ia menilai bahwa banyak kasus bullying terjadi karena kurangnya pengendalian diri dan minimnya edukasi tentang dampak perilaku di dunia maya. Oleh karena itu, DPRD juga mendorong sekolah-sekolah memasukkan materi literasi digital secara intensif kepada siswa.

“Pemuda harus mampu menggunakan platform digital untuk hal-hal produktif, seperti inovasi, berwirausaha, serta berkontribusi di bidang pariwisata dan pemerintahan,” imbuh Nasih.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kedewasaan dalam menyampaikan pendapat dan menanggapi kritik di media sosial. Di era digital, kebebasan berpendapat harus dibarengi dengan tanggung jawab, etika, dan kesadaran mengenai dampak ucapan.

“Yang tak kalah penting, mereka juga harus bijak dalam menyampaikan pendapat dan menyikapi kritik di dunia digital,” tambahnya.

Semangat Sumpah Pemuda sebagai Fondasi Perubahan

Ketua DPRD Sidoarjo itu berharap momentum Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kontribusi nyata di berbagai sektor. Pemuda Sidoarjo, menurutnya, harus tampil sebagai agen perubahan yang membawa nilai positif dan menjadi motor pembangunan.

“Pemuda Sidoarjo harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya cakap dalam ide dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan semangat kebangsaan,” pungkas Nasih.

Penutup: Sinergi DPRD, Sekolah, dan Pemuda

Upaya penanganan bullying di sekolah tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara DPRD sebagai lembaga legislatif, sekolah sebagai pusat pendidikan, pemerintah daerah, orang tua, dan tentu saja para siswa itu sendiri. Semangat ini yang terus didorong DPRD Sidoarjo untuk memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan produktif.

Dengan regulasi yang kuat, pengawasan yang ketat, serta penguatan karakter dan literasi digital, DPRD Sidoarjo optimistis bahwa kasus bullying di sekolah dapat ditekan secara signifikan. Pada akhirnya, generasi muda Sidoarjo diharapkan tumbuh tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berintegritas dan berjiwa pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.