KabarBaik.co – Momentum libur sekolah usai pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) dimanfaatkan banyak pelajar di Sidoarjo untuk menuntaskan kewajiban administrasi kependudukan. Salah satunya dengan melakukan perekaman KTP elektronik yang mengalami lonjakan signifikan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sidoarjo mencatat antrean pemohon KTP meningkat tajam sejak akhir Desember hingga awal Januari kemarin. Selama periode 24 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, rata-rata perekaman mencapai 320 orang per hari. Angka tersebut jauh melampaui kondisi hari normal yang berkisar 190 pemohon per hari.
Kepala Disdukcapil Sidoarjo Reddy Kusuma menyebut lonjakan tersebut didorong oleh banyaknya pelajar yang baru memasuki usia wajib KTP dan memanfaatkan waktu libur setelah menuntaskan ujian akhir semester.
“kebanyakan kemarin yang mengurus KTP itu para pelajar dan Kalau hari biasa di bulan Desember rata-rata sekitar 190 orang per hari. Namun saat libur Sekolah kemarin melonjak hingga 320 orang per hari. Ada kenaikan sekitar 130 permohonan atau sekitar 68,4 persen,” ujar Reddy, Kamis (14/01).
Secara akumulatif, selama libur Nataru tercatat sebanyak 1.601 permohonan perekaman KTP elektronik. Menurut Reddy, para pelajar sengaja memilih waktu libur sekolah usai pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) agar proses pengurusan tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah.
“Mayoritas yang melakukan perekaman adalah pelajar yang baru genap 17 tahun. Mereka memanfaatkan libur sekolah untuk mengurus KTP,” jelasnya.
Memasuki hari aktif setelah libur berakhir, jumlah pemohon berangsur kembali stabil. Dalam dua hari terakhir, rata-rata perekaman tercatat sekitar 195 orang per hari.
Untuk mengantisipasi penumpukan antrean, Disdukcapil Sidoarjo mengoptimalkan layanan perekaman KTP di seluruh kecamatan. Langkah ini dilakukan agar pelayanan tidak terpusat di Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Perekaman sekarang lebih banyak dilakukan di kecamatan. Ini untuk mengurangi kepadatan antrean di MPP. Blanko KTP juga sudah kami sebar, masing-masing kecamatan mendapat sekitar 1.500 keping,” terangnya.
Tak hanya itu, Disdukcapil juga memanfaatkan momentum libur usai SAS ini untuk memberikan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada para pelajar, guna mendorong pemanfaatan layanan administrasi kependudukan berbasis digital sejak dini.
“Sekalian kami bantu aktivasi IKD, supaya anak-anak ini ke depan lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan secara digital,” pungkasnya. (*)








