KabarBaik.co – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Jember menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan optimisme tinggi dalam mempersiapkan generasi penerus menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Acara yang bertajuk “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Mendidik Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045” ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Jember, Senin (15/12).
Diprakarsai oleh DWP Kabupaten Jember, acara ini berfokus pada refleksi dan penguatan peran organisasi sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita Sari.
Ketua DWP Kabupaten Jember, Faizah Helmi Luqman, yang mengusung tagline Mengajar, Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri, menekankan pentingnya peran keluarga.
“Acara ini mengingatkan kita bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, namun juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi, dan ketangguhan perempuan,” kata Faizah.
Ia menambahkan bahwa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, setiap anak harus tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memberikan asih, asuh, dan asah yang optimal.
Peran keluarga, khususnya perempuan, sangat esensial untuk memastikan setiap anak tumbuh sesuai potensinya,” ungkapnya.
“Peran kita sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi bukanlah peran yang kecil. Justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa,” tegasnya.
Menurutnya, dari rumah yang harmonis, akan lahir anak-anak yang berintegritas, dan dari ibu yang cerdas dan berdaya, tumbuhlah generasi yang siap bersaing secara global.
Faizah Helmi Luqman berharap, seiring bertambahnya usia, DWP semakin matang dalam visi, kuat dalam peran, dan luas dalam manfaat.
“Mari kita rawat kebersamaan ini dengan cinta, kita jaga organisasi ini dengan amanah, dan kita jalani peran ini dengan sepenuh hati,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita Sari menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas dedikasi para anggota DWP. “Terima kasih untuk pengabdian panjenengan semua. Bukanlah hal yang mudah,” ujar Ning Ghyta. (*)







