Peringati Hari Bakti Adhyaksa ke-80, Pemkot dan Kejari Kota Batu Gelar Macapat Idol ke-5 untuk Pelestarian Budaya Jawa

oleh -106 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 30 at 13.09.46
Pembukaan Macapat Idol ke-5 yang digelar Pemkot Batu bersama Kejari Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Di Hari Bakti Adhyaksa (HBS) ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu bersama Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menggelar kegiatan bertajuk Macapat Idol ke-5, Sabtu (30/8). Kegiatan tersebut diikuti 58 anak dari sekolah dasar (SD)/MI se-Kota Batu.

Gelaran yang menjadi agenda tahunan Kejari Kota Batu itu dibuka secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batu, Andy Sasongko. Turut hadir Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Nurochman-Heli Suyanto, Kadisparta Kota Batu Onny Ardianto, serta seluruh forkopimda. Para pegiat dan pelestari budaya Jawa juga hadir bersama para guru SD/MI di Kota Batu.

Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan bahwa seni macapat merupakan salah satu kekayaan budaya Jawa yang penuh filosofi dan pesan moral, sehingga penting untuk terus dilestarikan. “Budaya ini harus terus berkembang. Karena itu, kami mengapresiasi Kejari Batu yang konsisten menyelenggarakan Macapat Idol hingga tahun kelima,” kata Nurochman di kantor Kejari Kota Batu.

WhatsApp Image 2025 08 30 at 13.10.59
Tari Beskalan binaan Disparta Kota Batu hadir sebagai pembuka acara. (Foto: P. Priyono)

Nurochman menjelaskan, macapat bukan hanya sekadar puisi tradisional, melainkan warisan leluhur yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan sejak lahir hingga akhir hayat. Karena itu, kegiatan semacam ini tidak boleh berhenti hanya sebagai lomba, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan budaya lokal.

“Harapan kami tahun depan jumlah peserta lebih banyak dengan segmen yang lebih luas. Terima kasih juga kepada para guru dan sekolah yang telah melibatkan anak-anak, sehingga sejak dini mereka mengenal budaya luhur kita,” imbuhnya.

Nurochman juga memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian seni dan budaya. Sekaligus menjadikan kegiatan budaya sebagai atraksi yang dapat dinikmati wisatawan di Kota Batu.

Sementara itu, Kajari Batu, Andy Sasongko menyatakan, momentum HBA ke-80 menjadi ajang memperkokoh pengabdian kejaksaan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen menjaga budaya bangsa. Menurutnya, kegiatan ini istimewa karena macapat bukan sekadar tembang, melainkan cermin perjalanan hidup manusia sejak lahir, tumbuh dewasa, hingga kembali kepada Sang Pencipta.

“Macapat adalah warisan adiluhung penuh pitutur luhur yang mengajarkan nilai moral, etika, dan budi pekerti. Nilai-nilai itu sejalan dengan tugas mulia kejaksaan, yakni menegakkan hukum dengan api nurani, mengedepankan keadilan serta melindungi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2025 08 30 at 13.11.31
Peserta Macapat Idol dari SD/MI di Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

Andy menegaskan bahwa hukum tidak boleh kering dari nilai kemanusiaan. “Hukum harus menyatu dengan budaya, adat, dan kearifan lokal,” jelas Andy.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman dan budayawan yang telah mendedikasikan diri melestarikan macapat. “Mari jadikan peringatan HBA ke-80 sebagai momentum untuk semakin dekat dengan masyarakat, menghadirkan wajah hukum yang melindungi dan bukan menakutkan,” katanya.

Andy berharap melalui kegiatan Macapat Idol semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya akan terus hidup di hati masyarakat. “Dengan demikian, Kejaksaan Negeri Batu dapat semakin kuat dalam mengabdi serta semakin dicintai oleh masyarakat,” tegas Andy.

Di tempat yang sama, Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan, juri Macapat Idol berasal dari STKW, Kota Batu, dan Kota Malang. Beberapa tembang yang dilombakan meliputi Wijil, Kinanti, dan Pucung. “Peserta tinggal memilih tembang. Hadiahnya untuk juara 1, 2, 3, harapan 1 dan 2, serta kostum busana terbaik putra-putri. Semua juara mendapat sertifikat dan uang tunai,” terang Onny.

Hadiah yang diperebutkan di antaranya:

– Juara 1          : Rp1,5 juta + sertifikat

– Juara 2          : Rp1 juta + sertifikat

-Juara 3           : Rp750 ribu + sertifikat

– Kostum terbaik putra/putri: Rp250 ribu

Menurut Onny, tahun depan kemungkinan peserta akan diperluas hingga tingkat SMP dengan tahapan yang lebih panjang. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang terlibat sekaligus memperkuat regenerasi pelestarian budaya. “Anak-anak SD sudah diarahkan oleh guru-guru yang sebelumnya kami latih melalui kegiatan Macapat. Antusiasme guru bahasa Jawa sangat tinggi. Ini supaya seni macapat tidak punah di tengah era gadget,” ujarnya.

Onny menegaskan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan ke depan Macapat Idol dapat diperluas hingga Malang Raya, meski untuk sementara fokus di Kota Batu. “Event ini layak ditingkatkan menjadi ajang tahunan yang diakui, bahkan bisa di level provinsi, karena lomba macapat masih jarang digelar,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.