KabarBaik.co, Banyuwangi – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi menggelar tasyakuran dan dialog kebangsaan dalam rangka memperingati Milad ke-79 HMI, Selasa (10/2).
Berlangsung di Aula Kodim 0825 Banyuwangi, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan komitmen kader dalam mewujudkan cita-cita HMI melalui pengabdian nyata kepada umat dan bangsa.
Ketua Umum HMI Cabang Banyuwangi, Ilham Layli Mursyidi, mengatakan HMI telah memasuki usia ke 79 tahun. Usia itu menjadi bukti bila HMI telah melewati perjalanan panjang dalam sejarah bangsa.
Namun, menurutnya, usia tersebut juga menuntut tanggung jawab yang lebih besar bagi kader untuk terus hadir menjawab persoalan zaman.
“Banyak sekali pekerjaan rumah bagi kader HMI hari ini. Khidmat HMI untuk Indonesia harus terus diperkuat, tidak berhenti pada wacana,” kata Ilham.
Ilham menambahkan HMI merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Sejak kelahirannya, HMI tidak hanya tumbuh sebagai gerakan intelektual, tetapi juga gerakan perjuangan yang konsisten memperjuangkan nilai keislaman dan keindonesiaan.
“HMI bukan hanya tempat belajar berpikir kritis, tetapi juga ruang pengabdian dan perjuangan. Nilai itulah yang harus terus dijaga dan diaktualisasikan oleh kader,” tegasnya.
Oleh karenanya, kata Ilham, kader HMI dituntut mampu menerjemahkan nilai dan khidmat organisasi ke dalam konteks lokal, khususnya di Banyuwangi. Menurutnya daerah ini memiliki beragam persoalan sosial, ekonomi, hingga kebangsaan yang membutuhkan peran aktif kader.
“Harapannya, kader HMI tidak lepas dari realitas yang terjadi di masyarakat. Kita harus hadir, peka, dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” ujarnya.






