KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program Gerobak dan Rombong Mlijo Cinta sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan. Peluncuran ini menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap UMKM, Pedagang Kaki Lima (PKL), dan sektor informal.
Bupati Jember Gus Fawait menyatakan bahwa program ini bukan sekadar bantuan simbolis, melainkan strategi besar untuk menjaga daya tahan ekonomi rakyat kecil.
“Program ini adalah bentuk keberpihakan nyata. Kita tahu, setiap kali krisis melanda, sektor informal selalu menjadi penyangga utama ekonomi kita,” ujar Gus Fawait, Kamis (1/1).
Sebanyak 2.500 unit gerobak dan rombong disalurkan ke pelaku usaha di 24 kecamatan. Tingginya antusiasme pendaftar yang melebihi kuota menjadi indikator bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian aset fisik. Para penerima manfaat juga akan mendapatkan legalitas & sertifikasi hingga akses permodalan.
“Selain pemberdayaan, Pemkab Jember juga fokus pada estetika dan ketertiban kota. Sebagai pilot project, Jalan Kartini akan disulap menjadi kawasan Food Street,” katanya.
Penataan ini dilakukan secara kolaboratif bersama DPRD, Forkopimda, Polres, Kejaksaan, hingga TNI untuk memastikan transisi berjalan lancar. Pedagang lainnya akan diarahkan secara bertahap ke titik pertumbuhan ekonomi baru seperti kawasan Wijaya Kusuma.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember, Sartini, menjamin distribusi dilakukan secara transparan melalui data kecamatan. Mengingat tingginya permintaan, Pemkab Jember berencana menambah alokasi gerobak pada tahun 2026.
Fokus pengembangan selanjutnya akan menyasar wilayah strategis seperti Rambipuji, Tanggul, Balung, Jenggawah, hingga Ambulu, demi mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Jember. (*)







