KabarBaik.co – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan arus petikemas sebesar 2.827.256 TEUs, tumbuh 6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 2.673.125 TEUs. Capaian ini merupakan akumulasi kinerja tiga terminal petikemas yang berada di bawah pengelolaan TTL, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.
Lebih dari sekadar capaian angka, pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dan pelayaran internasional terhadap Terminal Teluk Lamong sebagai salah satu hub logistik strategis di Jawa Timur.
Kinerja positif tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia tetap resilien, dengan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh stabil sekitar 6,5 persen secara tahunan, didorong oleh meningkatnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
Dari sisi layanan internasional, TPK Teluk Lamong mencatat performa paling ekspansif. Arus petikemas internasional meningkat signifikan sebesar 25 persen, dari 306.030 TEUs pada 2024 menjadi 382.612 TEUs pada 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh kehadiran 34 kapal petikemas adhoc serta lima layanan pelayaran internasional baru yang mulai beroperasi di Terminal Teluk Lamong sepanjang tahun 2025.
Secara sektoral, lonjakan arus petikemas internasional didominasi oleh komoditas ekspor manufaktur, seperti produk kimia, komponen elektronik, dan furnitur. Sementara itu, impor bahan baku industri juga meningkat seiring dengan ekspansi kawasan industri di Jawa Timur.
Penguatan konektivitas domestik turut tercermin dari kinerja TPK Nilam dan TPK Berlian. Sepanjang 2025, TPK Nilam membukukan pertumbuhan arus petikemas sebesar 12 persen, dari 437.211 TEUs menjadi 490.878 TEUs. Peningkatan ini dipicu tingginya permintaan pengiriman barang konsumsi cepat saji (fast-moving consumer goods), semen, serta produk besi dan baja menuju sejumlah wilayah seperti Banjarmasin, Kendari, Bau-Bau, dan Berau.
Sementara itu, TPK Berlian mencatatkan pertumbuhan sebesar 3 persen, dari 1.344.223 TEUs pada 2024 menjadi 1.386.570 TEUs pada 2025. Arus petikemas didominasi rute Makassar dan kawasan Indonesia Timur, dengan muatan utama berupa komoditas pangan pokok dan bahan bangunan. Capaian ini menegaskan peran strategis TPK Berlian dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya dalam mendukung agenda ketahanan pangan 2025.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa kepercayaan pengguna jasa menjadi fondasi utama dari pencapaian tersebut. Penambahan layanan baru serta meningkatnya kunjungan kapal internasional sepanjang 2025 dinilai sebagai pengakuan atas keunggulan operasional Terminal Teluk Lamong.
“TTL akan terus bertransformasi dan menghadirkan berbagai inovasi untuk mewujudkan kualitas layanan yang prima. Penguatan sinergi dengan mitra strategis serta optimalisasi konektivitas logistik melalui integrasi layanan pelabuhan secara komprehensif akan terus kami lakukan guna menghadirkan nilai tambah dan daya saing bagi pengguna jasa,” ujar David, Sabtu (10/1).
Dengan semangat menghadirkan operational and commercial excellence, PT Terminal Teluk Lamong terus meningkatkan kepastian sandar kapal serta kecepatan bongkar muat. Memasuki tahun 2026, melalui penguatan infrastruktur dan digitalisasi sistem terminal petikemas, TTL siap berkontribusi lebih besar dalam menjawab tantangan logistik Jawa Timur sekaligus mendorong kemajuan sektor maritim nasional.









