KabarBaik.co, Surabaya– Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kantor Fraksi PSI di lantai 5 Gedung DPRD Kota Surabaya pada Selasa (7/4). Ketua DPD PSI Kota Surabaya, Grace Evi Ekawati, menggelar silaturahmi bersama Kelompok Kerja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) untuk memperkuat sinergi antara partai dan awak media.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh lima anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PSI tersebut, sosok yang akrab disapa Mama Evi ini tampil lugas dan energik. Ia menegaskan bahwa kunci membangun kota adalah komunikasi yang terbuka. Tak tanggung-tanggung, ia menyatakan siap melayani komunikasi selama 24 jam penuh, baik bagi jurnalis maupun masyarakat umum.
“Silakan, forum ini terbuka. Kita bangun bersama lewat media. Semua bisa disampaikan, kita buka bersama-sama,” ujar Mama Evi di sela-sela canda santai dengan para wartawan.
Visi 2029: Kerja Nyata, Bukan Politik Uang
Menatap kontestasi politik menuju 2029, Mama Evi menekankan bahwa strategi utama PSI bukanlah politik uang, melainkan dedikasi nyata di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak bisa dibeli.
“Kalau kita memberi uang untuk membeli suara, itu menyakitkan. Masyarakat itu tidak ternilai harganya. Lebih baik anggaran digunakan untuk kerja nyata,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa semangat “kerja, kerja, kerja” adalah harga mati untuk menjadikan PSI sebagai partai besar di masa depan.
Kritik Konstruktif dan Keterbukaan Kader
Meski dikenal sebagai partai pendukung pemerintah, Mama Evi menjamin PSI akan tetap kritis. Ia memastikan fraksinya akan mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat, namun tidak akan ragu melayangkan kritik jika kebijakan tersebut justru merugikan warga.
Terkait kepemimpinan internal, ia membuka pintu lebar bagi seluruh kader, termasuk lima anggota dewan yang saat ini menjabat, untuk maju sebagai pemimpin di masa depan tanpa ada hambatan. “Siapa pun yang layak, kita dukung. Empat tahun ini waktunya bekerja, nanti masyarakat yang menentukan,” imbuhnya.
Masyarakat adalah ‘Raja’
Menutup pertemuan tersebut, Mama Evi kembali mengingatkan bahwa pintu pengaduan PSI selalu terbuka lebar, baik di kantor fraksi, kantor DPD, hingga kediaman pribadinya. Bagi PSI, mendengarkan keluhan warga adalah prioritas tertinggi.
“Raja dan ratu itu adalah masyarakat. Tugas kita adalah mendengar dan bekerja untuk mereka,” pungkasnya. (*)






