KabarBaik.com, Sidoarjo – Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Sidoarjo menelan korban jiwa. Kali ini seorang Kepala Dusun (Kasun) meninggal dunia setelah mobil yang dikemudikannya tertabrak kereta api di Desa Gelam, Candi, Sidoarjo, Jumat (13/2) malam.
Kecelakaan maut tersebut melibatkan Kereta Api Penataran yang melaju dari arah Surabaya menuju Malang. Mobil bernomor polisi AG 1157 CW diketahui sempat berhenti cukup lama tepat di atas rel perlintasan tanpa palang pengaman sebelum akhirnya tertabrak.
Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihantono menjelaskan sebelum tabrakan terjadi, penumpang mobil bernama Bagus Budiman telah berupaya menyelamatkan diri dan mengingatkan pengemudi untuk segera keluar dari kendaraan.
“Penumpang sudah mengajak keluar, tetapi pengemudi tetap berusaha menghidupkan kendaraannya,” ujarnya, Sabtu (14/2).
Di saat bersamaan, KA Penataran dengan nomor lokomotif CC 2061346 sudah berada dalam jarak yang sangat dekat dengan lokasi perlintasan. Tabrakan pun tak terhindarkan. Bagian kanan mobil dihantam keras hingga terseret kurang lebih 100 meter sebelum akhirnya terperosok dan terjebur ke dalam sungai di sekitar lokasi kejadian.
“Karena jarak kereta sudah sangat dekat, tabrakan terjadi dan mobil terseret hingga masuk dan terbalik ke dalam sungai,” jelasnya.
Akibat benturan hebat tersebut, pengemudi mobil, Heru Siswanto yang merupakan Kepala Dusun asal Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, mengalami luka serius. Meski sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumah duka.
Sementara itu, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Buwono, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan, terutama di perlintasan tanpa palang pintu.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami berharap kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu, agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa perlintasan tanpa pengaman menyimpan risiko tinggi. Kelalaian sesaat dapat berujung pada kehilangan nyawa yang tak tergantikan. (*)






