KabarBaik.co – Ratusan penembak dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti lomba menembak senapan angin Piala Dandim Cup 2025 yang digelar di Lapangan Wijaya Kota Pasuruan. Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah atlet berusia cukup belia bernama Arshaka.
Atlet berusia 10 tahun itu tampak percaya diri bersaing dengan atlet lebih tua darinya di ajang yang digelar Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Pasuruan. Anak yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu berasal dari Malang.
“Sejak kecil saya memang hobi menembak, kesulitannya di sini adalah angin yang kencang sehingga peluru mudah melenceng,” kata Arshaka.
Dalam ajang ini, peserta diuji membidik sasaran pada jarak 40, 60, 80, hingga 100 meter dengan batas waktu tujuh menit. Penilaian ditentukan berdasarkan jumlah tembakan yang tepat sasaran dan kecepatan waktu.
Ketua Perbakin Kota Pasuruan, Dedy Tjahjo Poernomo mengatakan, lomba ini bertujuan untuk memberi ruang bagi penghobi senapan angin untuk menyalurkan keterampilan secara sportif. Lomba ini diharapkan menjadi sarana mengurangi praktik perburuan satwa di alam liar.
“Kami ingin penghobi senapan angin memiliki wadah resmi untuk menyalurkan bakatnya, tanpa mengganggu kelestarian satwa,” ujar Dedy.
Lomba ini juga menghadirkan atmosfer kompetitif yang lebih luas karena tidak hanya diikuti penembak dari Pasuruan, tetapi juga dari Nusa Tenggara Timur, Lombok, Sulawesi, hingga Sumatera. Dengan kehadiran peserta lintas provinsi, Kota Pasuruan kian meneguhkan diri sebagai salah satu pusat kegiatan menembak nasional. (*)






