Persebaya Tersungkur 1-2 dari Bhayangkara FC, Rekor Tak Kalah Putus di Kandang

oleh -76 Dilihat

KabarBaik.co, Surabaya,– Malam yang diharapkan jadi pesta kege lanjutan bagi Bajul Ijo, berubah menjadi mimpi buruk. Di bawah guyuran hujan deras yang mengguyur Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14)2), Persebaya yang sedang dalam tren positif 13 laga tak terkalahkan, justru menelan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di pekan ke-21 Super League 2025/2026.

Gol pembuka dicetak Bhayangkara melalui B. Doumbia pada menit ke-26, memanfaatkan kondisi lapangan licin akibat hujan deras dan kelengahan lini belakang tuan rumah. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0 bagi tamu setelah Moussa Sidibé mencetak gol di injury time (45+2′). Persebaya sempat bangkit di babak kedua, Mihailo Perović berhasil memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit ke-64 melalui tendangan akuratnya.

Namun, upaya keras Green Force untuk menyamakan kedudukan tak membuahkan hasil, meski mereka mendominasi penguasaan bola di paruh kedua di tengah kondisi cuaca yang membuat permainan tidak mudah.

Kekalahan ini memutus rekor impresif Persebaya yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 13 pertandingan, termasuk kemenangan meyakinkan 3-1 atas Bali United pekan lalu. Hasil ini juga membuat posisi kelima klasemen dengan 35 poin semakin terancam, sementara Bhayangkara FC melonjak naik dari peringkat 10 ke posisi 8 dengan tambahan tiga poin berharga, mendekati zona tengah atas. Kini, mereka mendulang 29 poin.

Pelatih Bernardo Tavares melakukan beberapa perubahan pada starting line-up dibandingkan laga-laga sebelumnya. Ernando Ari absen di bawah mistar, digantikan Andhika Ramadhani sebagai kiper utama. Bruno Paraíba (penyerang anyar asal Brasil) dan Malik Risaldi juga tidak diturunkan, kemungkinan karena rotasi atau kondisi fisik.M ihailo Perović tetap menjadi andalan di lini depan, tapi perubahan ini justru membuat tim tampil kurang solid di babak pertama, terutama di lini belakang yang kebobolan dua gol.

Bagi Bhayangkara, kemenangan ini menjadi modal besar di bawah asuhan Paul Munster—eks pelatih Persebaya sendiri—yang sukses “membalas” di rumah lama. Reuni emosional ini berakhir manis bagi The Guardian, sementara GBT yang biasanya bergemuruh kini dipenuhi kekecewaan suporter di tengah hujan yang tak kunjung reda.

Persebaya kini harus segera bangkit. Laga berikutnya melawan Persijap Jepara pada 21 Februari 2026 menjadi kesempatan untuk menebus kekalahan ini dan menjaga asa di persaingan papan atas bersama Persib dan Persija sebagai tugabklub legendaris era Perserikatan yang sedang panas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.