KabarBaik.co Jombang – Menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jombang, terus mematangkan persiapan calon jemaah melalui bimbingan manasik haji terintegrasi. Tahun ini, manasik mengangkat tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”.
Salah satu kegiatan digelar di Gedung Serbaguna Desa/Kecamatan Ploso. Ratusan calon jamaah dari Kecamatan Plandaan, Ploso, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan tampak serius mengikuti setiap sesi pembekalan yang berlangsung selama empat hari.
Program ini merupakan tahapan lanjutan setelah proses verifikasi data, pelunasan biaya haji, hingga pramanifest. Pada hari yang sama, manasik juga dilaksanakan di sejumlah titik lain di Kabupaten Jombang, seperti kecamatan Sumobito dan Peterongan.
Pembimbing Jemaah Haji Jombang, Muhajir, menjelaskan secara rinci tahapan ibadah setelah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik saat kembali ke Makkah, khususnya sebelum melaksanakan Tawaf Ifadah dan Tahallul Tsani.
“Setelah dari Mina dan tiba di hotel di Makkah, jemaah diharapkan fokus menjaga kesehatan. Untuk menuju Masjidil Haram melaksanakan Tawaf Ifadah, kita menunggu operasional bus sholawat,” ujarnya, Senin (16/2).
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, bus sholawat biasanya mulai beroperasi pada 16 Dzulhijjah. Karena itu, jemaah diminta memanfaatkan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah bersama kloter.
Muhajir juga mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri demi mengejar keutamaan tertentu yang berisiko terhadap keselamatan. “Ikuti arahan petugas kloter dan jadwal yang sudah ditetapkan. Keselamatan jauh lebih utama. Semoga seluruh jemaah kembali dengan predikat haji mabrur,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jombang, Ilham Rohim, menyebut manasik tahap ini merupakan bagian akhir dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya telah digelar di 13 kecamatan.
Secara keseluruhan, terdapat delapan titik manasik yang tersebar di sejumlah kecamatan, ditambah tiga titik pelaksanaan terakhir, termasuk gabungan wilayah Plandaan, Ploso, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan.
Ilham menyebut, jumlah Jemaah haji Jombang tahun 2026 mencapai 1.263 orang. Mereka akan tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) 60, 61, 62, dan 63, dengan jadwal pemberangkatan pada 6–7 Mei 2026.
Usai manasik, pihaknya akan menyusun teknis pemberangkatan, mulai dari kedatangan jemaah di pendopo hingga keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Menurutnya, kesiapan jemaah tidak hanya soal administrasi dan perlengkapan, tetapi juga pemahaman menyeluruh tentang tata cara ibadah.
“Dengan pemahaman yang baik, jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tertib, sejak dari Tanah Air hingga di Tanah Suci,” tegasnya.
Melalui tema ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen memberikan pendampingan maksimal bagi seluruh calon jemaah, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Dengan persiapan yang matang dan terarah, diharapkan jemaah haji asal Jombang dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan optimal dan kembali ke Indonesia sebagai haji yang mabrur. (*)







