Persid Jember Kokoh di Puncak Grup KK dan Melaju ke Babak 8 Besar, Perseba Bangkalan Terhenti

oleh -267 Dilihat
IMG 20260123 WA0021 1
Pertandingan Persid Jember Vs Perseba Bangkalan. (Ist)

KabarBaik.co – Persid Jember memastikan diri melaju ke babak 8 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur sebagai pemuncak Grup KK. Kepastian ini diraih setelah tim berjuluk Macan Raung tersebut bermain imbang tanpa gol melawan Perseba Bangkalan dalam laga pamungkas grup, Jumat (23/1).

Meskipun pertandingan berakhir dengan skor kacamata 0-0, Persid Jember tetap kokoh di posisi teratas klasemen grup dengan koleksi 7 poin. Di sisi lain, hasil ini memaksa Perseba Bangkalan harus angkat koper lebih awal dari turnamen.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim memperagakan permainan terbuka dengan intensitas jual beli serangan yang cukup tinggi. Beberapa peluang emas tercipta di depan gawang masing-masing, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat tidak ada satu pun gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir.

Meski lolos dengan status juara grup, pelatih Persid Jember Agus Yuwono mengaku belum sepenuhnya puas. Ia menekankan bahwa rotasi pemain dilakukan dalam laga ini guna memberikan jam terbang sekaligus mengukur kedalaman skuad.

“Kami mengamankan posisi dengan hasil imbang ini. Meskipun ada rotasi pemain untuk memberikan jam terbang, kami tidak ingin melepas satu pertandingan pun karena ingin melihat peta kekuatan tim secara utuh,” ujar Agus usai laga.

Menyongsong babak 8 besar, Agus telah mengantongi catatan penting terkait performa anak asuhnya. Ia berencana melakukan pembenahan besar-besaran, mulai dari koordinasi antar lini, taktikal, hingga organisasi permainan.

“Level di babak selanjutnya pasti berbeda. Kami memantau pemain yang cocok dengan skema untuk memperkuat kedalaman skuad. Evaluasi total akan dilakukan sebelum babak 8 besar dimulai,” tambahnya.

Di kubu lawan, pelatih Perseba Bangkalan, Wimba Sutan Fanosa, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, kegagalan timnya memetik poin penuh disebabkan oleh ketidakmampuan pemain dalam menjalankan instruksi taktikal.

“Pemain kami tidak bisa menjalankan taktikal dengan baik. Padahal persiapan sudah matang, tapi saya tidak tahu mengapa mereka tidak maksimal di depan gawang,” ungkap Wimba.

Selain faktor teknis di lapangan, Wimba juga menyinggung adanya kendala non-teknis yang memengaruhi mental bertanding anak asuhnya.

“Ada beberapa kekurangan, khususnya masalah non-teknis saat di mess yang turut memengaruhi permainan hari ini,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.