KabarBaik.co, Surabaya – Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pariwisata, serta transportasi darat dan udara.
Kesiapan tersebut dipastikan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Satgas ini berfokus menjaga kelancaran distribusi energi agar kebutuhan masyarakat selama periode libur Lebaran dapat terpenuhi dengan aman dan nyaman.
Kesiapan tersebut dipaparkan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI yang digelar di Kantor PLN UID Jawa Timur, Surabaya. Dalam kesempatan itu, anggota dewan memberikan apresiasi atas langkah antisipatif yang telah dilakukan oleh Pertamina maupun PLN dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan energi.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, menilai berbagai strategi yang disiapkan kedua perusahaan energi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
“Baik Pertamina maupun PLN telah mempersiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi. Strategi yang disiapkan diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman,” ujar Meitri, Kamis (12/3).
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memaparkan proyeksi mobilitas masyarakat secara nasional yang diperkirakan terjadi dalam empat fase, yakni dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik.
Puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut diproyeksikan mendorong kenaikan konsumsi beberapa jenis energi, khususnya BBM jenis gasoline dan LPG.
“Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan selama Ramadan dan Idul Fitri,” kata Ahad.
Ia menyebutkan, konsumsi gasoline selama periode Satgas diperkirakan meningkat sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal harian sebesar 18.430 kiloliter (KL). Sementara itu, konsumsi gasoil diprediksi menurun sekitar 9,8 persen dari rata-rata normal 8.805 KL per hari, seiring berkurangnya aktivitas industri selama masa libur panjang.
Untuk kebutuhan rumah tangga, konsumsi minyak tanah (mitan) diperkirakan meningkat sekitar 7,3 persen dari rata-rata normal 375 KL per hari. Adapun konsumsi LPG diproyeksikan naik sekitar 3,5 persen dari rata-rata normal harian sebesar 6.567 metrik ton.
Selain BBM dan LPG, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memastikan ketersediaan Avtur untuk mendukung operasional penerbangan di 15 bandara yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pasokan Avtur dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan penerbangan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Untuk sektor aviasi, kami juga telah menyiapkan pasokan Avtur dengan kapasitas yang memadai guna mendukung peningkatan aktivitas penerbangan,” ujar Ahad.
Meski demikian, konsumsi Avtur di wilayah Jatimbalinus diprediksi mengalami penurunan sekitar 6,1 persen dari rata-rata normal harian sebesar 3.316 KL.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh tidak adanya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai serta pembatalan sejumlah penerbangan rute Timur Tengah.
Dalam mendukung kelancaran distribusi energi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoptimalkan seluruh jaringan infrastruktur yang dimiliki. Infrastruktur tersebut meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG yang tersebar di seluruh wilayah Jatimbalinus.
Selain itu, Pertamina juga menyiagakan 644 SPBU Siaga yang beroperasi selama 24 jam serta 1.040 agen LPG Siaga untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh energi kapan saja.
Berbagai layanan tambahan juga disiapkan selama periode Satgas RAFI, di antaranya sembilan titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 36 unit motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang bersifat mobile untuk menjangkau pemukiman maupun jalur wisata.
Sebagai langkah antisipasi di jalur padat perjalanan, Pertamina juga menyiapkan 17 unit mobil tangki stand by sebagai kantong suplai tambahan.
Di sisi lain, Pertamina menghadirkan tiga unit Serambi MyPertamina yang ditempatkan di rest area dan pusat keramaian. Fasilitas ini menyediakan ruang istirahat bagi pemudik lengkap dengan berbagai layanan seperti nursery room, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak.
Dukungan layanan keselamatan juga diberikan melalui penyediaan ambulans di sejumlah titik strategis serta layanan porter gratis di beberapa bandara guna membantu mobilitas penumpang.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina mengoperasikan sistem pemantauan berbasis real-time melalui command center Satgas. Sistem ini memungkinkan penambahan pasokan secara cepat apabila terjadi lonjakan permintaan di lapangan.
Selain itu, Pertamina juga menghadirkan berbagai promo pembelian BBM non-subsidi serta program melalui aplikasi MyPertamina guna memudahkan transaksi dan akses informasi layanan bagi masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM sejak awal sebelum memasuki jalur padat serta memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk mengetahui lokasi layanan dan berbagai promo yang tersedia. Kami siap melayani sepenuh hati agar masyarakat dapat menikmati perjalanan dan liburan bersama keluarga dengan tenang,” tutup Ahad.






