KabarBaik.co – Antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember beberapa hari terakhir dipastikan bukan karena kelangkaan bahan bakar.
Pertamina memastikan stok Biosolar dan Pertalite di wilayah tersebut aman hingga akhir tahun 2025.
Hal itu diungkapkan Sales Brand Manager Pertamina Hendra Saputra, Jumat (7/11).
Ia menjelaskan, antrean yang terjadi akibat penyesuaian kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dilakukan menjelang akhir tahun.
“Stok di depot dan SPBU tersedia. Tapi penjualannya harus disesuaikan dengan kuota supaya cukup sampai Desember,” ujar Rendra.
Menurut Rendra, saat ini rata-rata penyaluran Biosolar di Jember sudah mencapai 80 persen dari total kuota tahunan, sementara Pertalite sekitar 70 persen.
“Pengetatan distribusi Biosolar dilakukan karena BBM jenis ini sangat berkaitan dengan sektor logistik,” ungkapnya.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas BBM. Rendra menepis isu terkait bahan bakar yang tercampur air. Ia menjelaskan bahwa standar operasional ketat Pertamina mewajibkan pengecekan harian di semua SPBU.
“Setiap hari dicek kadar air, suhu, dan warna bahan bakar. Kalau ada air, otomatis tidak dijual,” jelasnya.
Ia menyebut, hasil inspeksi bersama Polres dan Pemkab Jember juga tidak menemukan adanya campuran air di tangki maupun nozzle SPBU.
“Kami dari Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena BBM dijamin cukup, hanya distribusinya yang diatur agar merata,” kata Hendra.
Sementara itu, Kabid BBM Hiswanamigas Jember Wahyu Prayudi Nugroho meminta seluruh SPBU untuk memperketat layanan agar subsidi tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa setiap transaksi pembelian wajib menggunakan barcode yang sesuai dengan nomor kendaraan.
“Kalau barcode tidak cocok dengan plat kendaraan, tidak bisa dilayani. Ini untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ujar Wahyu.
Hiswanamigas juga mengimbau SPBU untuk mengatur ritme penjualan harian dan tidak melayani pembelian berulang dengan barcode yang sama.
“Langkah ini penting untuk memastikan kuota Biosolar mencukupi hingga akhir tahun,” pungkasnya. (*)









