KabarBaik.co, Bojonegoro – Seorang petani asal Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan terseret arus sungai saat hendak pulang dari sawah saat hujan lebat. Korban di temukan telah meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh warga beserta petugas gabungan pada Rabu (11/2).
Korban diketahui bernama Paiman (50), seorang petani, warga RT 008 RW 002 Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Menurut Kapolsek Bubulan, AKP Baderurodin, menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban baru saja selesai memanen jagung dan hendak pulang ke rumah di tengah kondisi hujan deras.
“Korban saat itu berjalan pulang dari sawah. Karena kondisi hujan dan jalan licin, korban diduga terpeleset lalu jatuh ke parit sawah dan terseret arus air,” jelas Baderurodin.
Baderurodin menjelaskan, parit di lokasi kejadian yang merupakan jalan menuju sawah korban memiliki banyak bebatuan, sehingga membuat korban terpeleset saat hujan mengguyur dan terjatuh sampai terbawa arus air sejauh kurang lebih 25 meter. Akibat kejadian tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
“Arus air cukup deras dan di dalam parit terdapat banyak bebatuan. Hal itu menyebabkan korban terseret dan mengalami benturan,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun penganiayaan pada tubuh korban. Ciri-ciri korban saat ditemukan antara lain memiliki tinggi badan sekitar 150 cm, berkulit sawo matang, mengenakan kaos lorek hitam putih lengan pendek, serta celana pendek warna abu-abu.
Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. “Keluarga menerima ini sebagai musibah dan tidak berkenan dilakukan autopsi,” pungkas AKP Baderurodin. (*)








