KabarBaik.co – Malang nian nasib MH, 12, seorang pelajar sekolah dasar di Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Kegembiraan bermain petasan berujung petaka.
Ledakan dahsyat di tangannya kini mengancam masa depannya, dengan telapak tangan kanannya terancam diamputasi.
Peristiwa nahas itu bermula ketika petasan yang digenggam MH tiba-tiba meledak. Luka parah seketika menganga di tangannya. Usai kejadian, bocah malang itu segera dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang, untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun, melihat kondisi luka yang serius, pihak rumah sakit merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk penanganan lebih intensif.
Direktur RSUD Jombang Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes, yang akrab disapa Ning Eyik, membenarkan bahwa MH kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang dipimpinnya.
“Awalnya dirawat di PKU Muhammadiyah, semalam dikirim ke RSUD Jombang,” ujarnya kepada wartawan pada Senin (14/4).
Lebih lanjut, Ning Eyik mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi luka yang diderita MH. Menurutnya, luka akibat ledakan petasan tersebut sangat parah, sehingga tim medis tengah mempersiapkan langkah operasi.
“Parah mas, sepertinya harus kehilangan telapak tangan kanan, akan dilakukan amputasi,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Ning Eyik juga menekankan betapa berbahayanya bermain petasan, terutama bagi anak-anak. Ia berharap kejadian yang menimpa MH dapat menjadi pelajaran dan kewaspadaan bagi seluruh masyarakat.
“Bahaya nya mercon seperti itu agar menjadi kewaspadaan bersama ya,” tegasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, Sabtu kelabu menyelimuti Dusun Babur, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang. Seorang bocah sekolah dasar berusia 12 tahun, MH, harus menanggung luka parah setelah petasan yang ia pegang tiba-tiba meledak.
Tangan kanannya hancur akibat dahsyatnya ledakan yang berasal dari jenis petasan yang kerap disebut warga sebagai petasan ‘busung’ – petasan yang gagal meledak pada percobaan pertama.(*)